Bupati Klaten Kunjungi MIM Cetan dan Sidak SPPG Kurung Ceper Usai Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG

Angga Purenda • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:43 WIB

 

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo sidak di SPPG Kurung, Ceper yang menjadi penyedia MBG untuk MIM Cetan dan Srebegan, Jumat (4/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)
Bupati Hamenang Wajar Ismoyo sidak di SPPG Kurung, Ceper yang menjadi penyedia MBG untuk MIM Cetan dan Srebegan, Jumat (4/9/2026). (Angga Purenda/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melakukan kunjungan ke MI Muhammadiyah (MIM) Cetan, Kecamatan Ceper dan inspeksi mendadak (sidak) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kurung Ceper pada Jumat (4/9/2026).

Langkah itu diambil sebagai respons cepat atas insiden dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa sekolah dasar. Usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (3/9/2026).

Insiden tersebut sebelumnya dialami oleh puluhan murid dari dua sekolah, yaitu MIM Srebegan dan MIM Cetan.

Para siswa dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah sekitar 10-15 menit setelah mengonsumsi menu MBG. Berupa katsu filet ikan patin, balado tahu, oseng-oseng wortel buncis, serta buah semangka.

Baca Juga: Operasional SPPG di Klaten Dihentikan Usai 64 Siswa Diduga Keracunan MBG, Bahan Ikan Kemasan Disorot

Saat meninjau MIM Cetan, Bupati Hamenang menyempatkan diri berdialog langsung dengan para siswa yang kondisinya telah membaik dan kembali bersekolah.

”Kami menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan keracunan di dua sekolah, yakni MIM Srebegan dan Cetan. Hari ini kami datang langsung ke Cetan untuk ngobrol dengan anak-anak yang kemarin sempat mengalami keluhan,” ujar Hamenang.

Alhamdulillah respon dari Puskesmas sangat cepat, langsung dijemput dengan ambulans dan ditangani sehingga tidak ada siswa yang sampai menjalani rawat inap,” imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Sragen Soroti DBHCHT Digunakan untuk Rakor dan Seremonial

Usai dari MIM Cetan, Bupati yang didampingi Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Klaten Yoga Angga Pratama langsung bergeser mengecek kondisi SPPG Kurung Ceper. Guna melihat langsung proses dan standar operasional di dapur penyedia makanan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan kasat mata, Bupati Hamenang menemukan beberapa catatan terkait standar higienitas dan tata kelola fasilitas penyimpanan bahan makanan.

”Ada beberapa hal yang kami temukan secara fisik, seperti penggunaan satu AC untuk dua ruangan berbeda (gudang basah dan gudang kering), masalah higienitas, serta alur (flow) bahan baku dari depan ke belakang yang perlu dievaluasi total,” tegas bupati.

Baca Juga: Rusunawa Brujul Jaten Bakal Disiapkan Jadi Pusat Pelatihan Kerja di Karanganyar

Guna mencegah kejadian serupa terulang, operasional SPPG Kurung sementara waktu resmi dihentikan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari dinas terkait.

Bupati Hamenang juga akan menginstruksikan jajaran Forkopimcam serta Puskesmas untuk rutin melakukan mitigasi dan pengawasan langsung ke SPPG di wilayah masing-masing.

”Niat program Bapak Presiden ini sangat bagus untuk mencerdaskan anak-anak kita. Jangan sampai masalah teknis di lapangan justru menimbulkan trauma bagi anak-anak. Keputusan akhir nanti ada di pemerintah pusat, namun seluruh data dan hasil evaluasi total di daerah akan segera kami laporkan,” ujarnya.

Baca Juga: Polres Sragen dan Tim Terpadu Padamkan Kebakaran Lahan Jati di Miri

Sementara itu, Kepala MIM Cetan Ceper Hariyanto mengonfirmasi bahwa kondisi kegiatan belajar mengajar di sekolahnya mulai kondusif.

Dari total 27 siswa MIM Cetan yang terdampak didominasi oleh murid kelas III dan kelas IV sekira 50 persen di antaranya sudah kembali masuk sekolah hari ini.

”Anak-anak yang sempat dirujuk ke Puskesmas sudah diizinkan pulang dan yang rawat jalan sudah diberikan obat. Hari ini sekitar separuh dari siswa yang sakit kemarin sudah kembali bersekolah,” terang Hariyanto.

Baca Juga: Sambung Rasa di Joho Prambanan, Bupati Klaten Serap Aspirasi soal Akses Desa hingga Pemanfaatan Bekas TPS

Terkait kelanjutan program MBG di sekolahnya, pihak MIM Cetan menyatakan bahwa pendistribusian makanan saat ini dihentikan sementara.

Pihak sekolah juga berencana menggelar musyawarah bersama pengurus dan wali murid dari total 299 siswa MIM Cetan.

”Kejadian kemarin tentu membuat kami sedih dan menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua. Dalam waktu dekat, kami akan mengumpulkan wali murid untuk bermusyawarah guna menentukan sikap bersama terkait keberlanjutan program MBG di sekolah kami," tutur Hariyanto. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
klaten SPPG Mbg ceper Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo