RADARSOLO.COM- Beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Prambanan, Klaten ternyata dinanti masyarakat.
Salah satunya muncul dalam pertanyaan warga di momentum program Sambung Rasa yang digulirkan Pemkab Klaten di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, pada Kamis (3/9/2026).
Dalam dialog interaktif tersebut, warga memanfaatkan kesempatan untuk menanyakan kepastian operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah mereka.
Baca Juga: Air Waduk Gajah Mungkur Surut, Kompleks Makam Kuno di Wuryantoro Wonogiri Kembali Bermunculan
Menjawab pertanyaan warga, Komandan Koramil (Danramil) 09/Prambanan Kodim 0723/Klaten Mayor (Har) Basuki memberikan penjelasan secara rinci mengenai progres pembangunan hingga rencana peluncuran koperasi program prioritas tersebut.
Basuki memaparkan bahwa secara keseluruhan target pembangunan fisik unit KDMP di Klaten terus dikejar hingga mendekati rampung.
Dari total target awal, progres di lapangan kini hanya menyisakan beberapa unit yang masih dalam tahap finalisasi.
"Perlu kami jelaskan untuk Koperasi Desa Merah Putih total target awal ada 401 desa yang dibangun oleh Presiden Prabowo Subianto. Satu di antaranya sebagai percontohan di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten sehingga tersisa 400 unit,” ujar Basuki.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 391 unit KDMP telah dilakukan proses pembangunan dan kini tinggal empat unit yang masih dalam proses pengerjaan.
Khusus untuk wilayah Kecamatan Prambanan, pembangunan fisik sebagian besar telah rampung.
Baca Juga: DPRD Solo Bahas Raperda Kesehatan Hewan, Daging Anjing hingga Rabies Ikut Disorot
Hanya tersisa satu titik di Desa Pereng yang membutuhkan pengerjaan ekstra karena kendala teknis kondisi lahan.
"Untuk di Prambanan, hampir semuanya sudah selesai dibangun. Tinggal di Desa Pereng karena membutuhkan proses pengurukan tanah yang cukup banyak. Kami sudah berkoordinasi dan mengajukan hal ini ke Dandim untuk diteruskan ke Srenum Mabes TNI," lanjutnya.
Mengenai jadwal operasional, Basuki menjelaskan bahwa peluncuran secara bertahap akan dimulai dalam waktu dekat. Untuk Kabupaten Klaten sendiri, pada tahap awal terdapat puluhan unit yang diluncurkan.
"Untuk peluncuran di Kabupaten Klaten jumlahnya ada 90 KDMP terlebih dahulu. Kemungkinan besar sekira 280 unit KDMP secara keseluruhan akan di-launching pada akhir September ini," jelas Basuki.
Baca Juga: Atasi Bencana Kekeringan, Pemkab Wonogiri Gelontorkan 3,1 Juta Liter Air Bersih ke 11 Kecamatan
Sementara itu, Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto menjelaskan bahwa keberadaan KDKMP yang telah beroperasi perlu terus didukung dan dikembangkan sehingga mampu menjadi salah satu penggerak kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Untuk itu, kesiapan sarana dan prasarana serta koordinasi antara pengelola koperasi, pemerintah desa dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam proses pengembangannya.
“Yang paling penting adalah bagaimana KDKMP yang sudah berjalan ini dapat terus berkembang. Dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Koordinasi dan sinergi semua pihak perlu terus ditingkatkan,” tambah Dandim.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berharap keberadaan KDMP nantinya dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
Khususnya dalam menyuplai produk lokal maupun pengisian unit usaha sehingga mampu mendongkrak perekonomian warga di Desa Joho dan sekitarnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com