RADARSOLO.COM-Perhelatan Kapasska Fair 2026 yang digelar oleh Keluarga Alumni Padmawijaya SMA Negeri 1 Klaten (KAPASSKA) resmi ditutup pada Sabtu (12/9/2026).
Event yang berlangsung selama Jumat-Sabtu (11–12/9/2026) sempat dibuka langsung oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Mengusung tema “Sinergi Alumni, Menggerakkan Ekonomi Rakyat”, ajang tersebut terbukti tidak sekadar menjadi ajang nostalgia. Melainkan sukses membukukan nilai transaksi ekonomi hingga Rp 73 juta.
Baca Juga: Realisasikan Program Dalan Alus-Padang, Bupati Klaten Pastikan Penambahan PJU di APBD Perubahan
Kegiatan yang dipusatkan di Klaten ini diperkirakan menarik sekitar 6.000 pengunjung. Sebanyak 2.000 orang di antaranya merupakan alumni SMAN 1 Klaten dari berbagai angkatan dan daerah.
Ketua KAPASSKA Prof. Intiyas Utami mengungkapkan bahwa semangat kebersamaan lintas angkatan menjadi modal penting untuk membangun kontribusi alumni yang lebih luas bagi masyarakat.
"KAPASSKA Fair menunjukkan bahwa silaturahmi alumni dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Alumni bertemu, masyarakat terlibat, UMKM mendapatkan pasar, dan berbagai potensi Klaten dapat diperkenalkan kepada publik," ujar Intiyas, Senin (14/9/2026)
Dampak ekonomi nyata menjadi catatan penting dalam KAPASSKA Fair tahun ini.
Sebanyak 80 booth turut berpartisipasi memamerkan beragam produk. Mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan (handicraft) yang menjadi kategori paling diminati pengunjung.
Berdasarkan rekapitulasi awal panitia, total nilai transaksi harian selama dua hari penyelenggaraan mencapai sekitar Rp73 juta.
Selain pameran UMKM umum, perhelatan ini juga menghadirkan anjungan produk unggulan Klaten.
Termasuk memfasilitasi 24 tenant produk lokal untuk memperluas akses pasar.
Begitu juga menampilkan 10 produk sekaligus memperkenalkan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Klaten.
Ketua Panitia KAPASSKA Fair 2026 Cahyadi Joko Sukmono menegaskan komitmennya untuk menjadikan reuni alumni sebagai ruang kolaborasi yang inklusif.
"Kami ingin reuni alumni tidak berhenti pada nostalgia. Ada potensi jejaring yang sangat besar jika alumni, UMKM, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dapat bertemu dalam satu ruang," terang Cahyadi.
Baca Juga: DPRD Setujui Raperda Perubahan APBD 2026 Jadi Perda, Sasar Program Prioritas Bupati Klaten
Bupati Hamenang mengapresiasi konsep KAPASSKA Fair 2026 yang dinilainya keluar dari pakem acara reuni pada umumnya.
"Sepengetahuan saya, baru pertama kali ini acara kumpul-kumpul alumni tidak eksklusif hanya di alumninya saja. Tapi bermanfaat bagi warga masyarakat luas. Tentu ini bisa menjadi agenda tahunan yang menggerakkan roda perekonomian agar kesejahteraan warga masyarakat meningkat," puji Hamenang.
Hamenang juga berharap model kegiatan kolaboratif ini dapat menginspirasi ikatan alumni sekolah-sekolah lain di Kabupaten Klaten. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com