RADARSOLO.COM- Inovasi desa dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian warga terus bermunculan.
Seperti di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Joho Berdikari sukses menyulap tanah kas desa menjadi kawasan wisata petik buah melon premium bersistem green house.
Berada di lokasi strategis tepat di pinggir jalan tol Jogja-Solo, green house seluas 500 meter persegi tersebut menawarkan sensasi berbeda.
Wisata petik buah perdana itu mulai dibuka sejak awal September 2026.
Para pengunjung diberikan kebebasan untuk masuk, memilih dan memetik langsung melon segar dari pohonnya.
Terdapat dua varietas melon premium yang dibudidayakan.
Pertama, jenis Sweet Lavender yang identik dengan kulit berwarna kuning.
Kedua, jenis Golden Aroma yang berkulit hijau.
Direktur BUMDes Joho Berdikari, M. Adi Purnomo menjelaskan, budidaya melon tersebut merupakan hasil kerja sama dengan pihak swasta.
Baca Juga: TheeWave Resmi Jadi Couple, Kini Muncul Bareng di MV “Brightest Sky”
Dalam pengelolaannya sehari-hari ditangani oleh dua orang pekerja.
"Alhamdulillah wisata petik buah yang sudah berjalan, antusiasnya lumayan tinggi. Untuk jenis yang dibudidayakan memang melon premium," ujar Adi ditemui di lokasi, Kamis (3/9/2026)
Adi menambahkan, setiap varietas memiliki keunggulan cita rasa masing-masing.
Melon Sweet Lavender menonjol dengan rasa manis dan tekstur daging yang renyah.
Sementara itu, Golden Aroma menawarkan rasa manis dengan tekstur daging buah yang lebih lembut.
"Rata-rata bobot buah yang dibudidayakan kali ini, per bijinya sekira 2 Kg," imbuhnya.
Kepala Desa Joho Yulis Tanto mengungkapkan, pembangunan green house tersebut bersumber dari anggaran ketahanan pangan tahun 2026 senilai Rp 80 juta.
Menurutnya, konsep agrowisata petik buah memiliki potensi keuntungan yang sangat menjanjikan untuk desa.
“Konsepnya agro pertanian, wisata petik buah, tapi kalau mau dijual langsung juga bisa. Ini baru project pertama dan panen perdana. Hasilnya bisa dilihat sendiri, dari 1.000 pohon yang kita tanam, kita bisa dapat sekitar 2 ton buah,” terang Yulis.
Bagi pengunjung, harga melon dibanderol Rp 35.000 per Kg.
Yulis menyebut harga tersebut sangat wajar dan sesuai dengan harga standar melon kelas premium di pasaran.
Pemilihan melon sebagai komoditas utama ketahanan pangan Desa Joho bukan tanpa alasan.
Yulis membeberkan, perputaran modal dari tanaman melon jauh lebih cepat.
"Return-nya lebih cepat. Kalau melon, umur 65 hari kita sudah panen, dan putarannya tiap 70 hari sudah selesai (pembersihan). Beda dengan komoditas lain yang butuh waktu agak lama. Kita bisa lihat langsung hasilnya," jelas Yulis.
Melihat respons pasar dan tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Desa Joho sudah menyiapkan terkait pengembangannya.
Yulis menargetkan akan ada perluasan pembangunan green house di lahan tanah kas desa yang total luasnya mencapai 1 hektare tersebut.
Tingginya antusiasme masyarakat bahkan menarik perhatian Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang sempat datang langsung ke lokasi.
Baca Juga: “New Trick” Rose BLACKPINK Terdengar Ceria, Tapi Liriknya Bikin Nyesek
Bagi masyarakat yang ingin merasakan sensasi memetik melon premium tersebut bisa datang ke lokasi.
“Karena hitungannya untung, ke depannya nanti akan kita tambah (bangun) green house lagi di sebelahnya, kita tambah satu per satu terus,” pungkasnya. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com