RADARSOLO.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan Pemkab Sleman akhirnya mencapai kesepakatan bersama setelah melalui proses pembahasan dan koordinasi yang panjang.
Terkait pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Jasa Kesenian dan Hiburan di kawasan Objek Wisata Candi Prambanan.
Baca Juga: Tinjau Stadion Trikoyo Klaten, Bupati Hamenang Targetkan Tribun Barat Selesai Desember
Kesepakatan tersebut ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Rama Shinta Garden Resto, Kompleks Candi Prambanan, Senin (28/9/2026).
Momentum tersebut menjadi titik temu penting bagi kedua daerah tetangga tersebut untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) serta Injourney Destination Management yang telah menjadi jembatan diplomasi kedua wilayah.
"Terima kasih kepada Injourney dan TWC yang sudah mempertemukan kami dengan Pemkab Sleman hingga bisa duduk bersama dan bersepakat. Ke depan Candi Prambanan ini bisa kita kelola bersama-sama agar memberikan manfaat yang jauh lebih besar," ujar Bupati Hamenang,Senin (28/9/2026)
Lebih lanjut, Hamenang menegaskan bahwa perjanjian tersebut bukan sekadar urusan administrasi perpajakan daerah semata. Melainkan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya leluhur.
Ia mengibaratkan semangat sinergi lintas daerah tersebut dengan filosofi Jawa “pager mangkok”. Yakni membangun rasa saling memiliki, menjaga dan peduli terhadap kawasan Candi Prambanan.
"Bismillah, semoga ini awal yang baik, sehingga Kabupaten Klaten, Kabupaten Sleman, TWC dan pemerintah pusat sama-sama merasa memiliki. Tidak hanya sekadar mencari rezeki dari keberadaannya, tapi bagaimana meneruskan agar peninggalan leluhur ini tetap terjaga dan bisa dinikmati terus oleh anak cucu serta generasi mendatang," tegasnya.
Baca Juga: DPRD Setujui Raperda Perubahan APBD 2026 Jadi Perda, Sasar Program Prioritas Bupati Klaten
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya turut menyambut hangat kesepakatan strategis tersebut. Ia menyebut hadirnya Candi Prambanan yang berada di batas wilayah administrasi kedua daerah merupakan berkah dari Tuhan yang harus dikelola secara terintegrasi.
"Ini berkah bagi kami di daerah. Saya minta Pak Sekda Sleman untuk langsung menindaklanjuti dengan kolaborasi teknis bersama Klaten. Apa saja program promosi dan kegiatan tematik yang bisa disinergikan saling mendukung," kata Harda.
Di sisi lain, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Injourney Destination Management Joel Siahaan mengungkapkan bahwa Candi Prambanan memiliki letak geografis dan historis yang unik.
Dikarenakan mempertemukan dua wilayah administrasi sekaligus dua pilar kebudayaan Hindu dan Buddha.
"Injourney dan PT TWC berkomitmen memberikan dampak positif bagi pertumbuhan Klaten maupun Sleman. Baik dari sisi pengelolaan destinasi wisata maupun lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Semoga PKS ini menjadi awal kerja sama yang semakin erat ke depan," jelas Joel.
Melalui penandatanganan PKS tersebut, diharapkan tidak hanya memberikan kepastian hukum dan transparansi terkait kewajiban perpajakan daerah. Namun juga memacu pertumbuhan sektor ekonomi, pariwisata, serta kebudayaan yang inklusif bagi masyarakat sekitar Candi Prambanan di Klaten dan Sleman. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com