Jaga Stabilitas Pangan, Ini Langkah Pemkab Klaten Lewat GPM dan Program Bongkar Ratoon

Angga Purenda • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 09:23 WIB
DIALOG: Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Rabu (21/10).
DIALOG: Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Rabu (21/10).

RADARSOLO.COM – Kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi terus berfokus pada penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui intervensi stabilitas harga kebutuhan pokok lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak serta dorongan percepatan swasembada gula nasional melalui program Bongkar Ratoon tebu.

Plt Bupati Klaten yang akrab disapa Linda menghadiri GPM Serentak dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, Rabu (21/10). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Kegiatan yang melibatkan Pemprov Jawa Tengah, BUMD, OPD, dan Pemkab Klaten ini dirancang untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat pasokan bahan pokok.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut hadir secara daring. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan GPM harus berorientasi pada hasil dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Linda memaparkan, GPM di Klaten melibatkan 20 stan yang diisi produk unggulan Kelompok Wanita Tani (KWT) serta UMKM lokal. Berbagai kebutuhan pokok tersedia dalam kegiatan tersebut, mulai beras, telur, sayur-mayur, hingga minyak goreng.

”Kami mengundang masyarakat sekitar untuk ikut meramaikan dan berbelanja karena bahan-bahan yang disediakan harganya terjangkau. Harapan kami, kegiatan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucap Linda.

Ia juga mengapresiasi peran strategis KWT di Klaten yang selama ini konsisten menjaga produksi pangan keluarga. Linda berkomitmen untuk terus memperluas pendampingan dan fasilitasi pemasaran agar produk KWT semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas.

”Konsep utamanya tetap ketahanan pangan, dan KWT termasuk salah satu faktor terpenting. Harapannya ke depan kita bisa terus berkolaborasi agar KWT di Kabupaten Klaten semakin berkembang,” tambahnya.

Tidak hanya berfokus pada komoditas pangan sehari-hari, Pemkab Klaten juga mempercepat dukungan terhadap kedaulatan pangan nasional di sektor perkebunan. Pada Jumat (30/10), Linda menghadiri kegiatan Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon di lahan persawahan Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom.

Agenda strategis tersebut dihadiri Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Triwidarto, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, Direktur PT Madubaru, Kejari Klaten, serta jajaran DKPP Klaten.

Program Bongkar Ratoon merupakan upaya peremajaan tanaman tebu tua dengan menggunakan bibit unggul bersertifikat untuk meningkatkan produktivitas gula. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman tebu secara simbolis di lahan seluas 6 hektare. Agenda itu juga dirangkai dengan penyerahan bantuan program Irigasi Manis serta pemberian santunan kepada anak yatim.

Linda mengingatkan bahwa Kabupaten Klaten memiliki sejarah panjang sebagai salah satu sentra penghasil gula utama pada masa lalu, didukung keberadaan sejumlah pabrik gula legendaris.

”Sudah menjadi komitmen kita bersama untuk terus membangkitkan kembali kejayaan tersebut melalui peningkatan produktivitas tebu dan perluasan areal tanam,” tegas Mbak Linda.

Ia mengungkapkan, saat ini luas perkebunan tebu di Klaten mencapai sekitar 499 hektare yang tersebar di 16 kecamatan. Produksi tebu Klaten tercatat mencapai 428.524 ton sepanjang 2025. Sementara itu, hingga Agustus 2026, produksi tebu telah membukukan 27.984 ton.

Lebih lanjut, DKPP Kabupaten Klaten telah mengajukan calon lokasi program kepada pihak terkait dengan total luas 200,384 hektare. Luasan tersebut terdiri atas 140,884 hektare untuk program Bongkar Ratoon dan 59,5 hektare untuk perluasan areal tanam.

Sementara itu, Direktur Utama PT SGN Mahmudi menyebutkan bahwa tahun ini pihaknya mengawal pelaksanaan program Bongkar Ratoon seluas 206 hektare di wilayah Klaten.

Plt Dirjen Perkebunan Kementan Heru Triwidarto mengapresiasi langkah aktif Pemkab Klaten dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gula nasional. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian penting untuk mendorong Indonesia terbebas dari ketergantungan impor gula.

”Klaten dahulu dikenal sebagai daerah penghasil gula yang baik. Saatnya kita bangkit kembali dan bersama-sama mendorong Indonesia mencapai swasembada gula,” tandas Heru. (ren/adi)

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
Mahanni Yulindha Pratiwi Gerakan Pangan Murah klaten DKPP Klaten plt bupati klaten