Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pertahankan Resep Rahasia, Warung Gule Sapi Ring Road Sragen Bertahan hingga 33 Tahun

Ahmad Khairudin • Minggu, 10 September 2023 | 00:25 WIB
Gule sapi ring road utara Sragen jadi langganan banyak kalangan
Gule sapi ring road utara Sragen jadi langganan banyak kalangan

RADARSOLO.COM - Bukan rahasia lagi jika banyak warung tengkleng dan gule Sapi di Sragen yang istimewa. Salah satunya di tepi ring road Utara Sragen. Rasanya yang khas menjadikan warung ini bertahan selama 33 tahun.

Bagi penikmat kuliner sekitar Sragen, lokasi warung ini mudah ditemui. Dari arah Solo menuju pasar hewan, warung tersebut berada di barat pasar hewan kawasan Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sragen.

Mencari warung ini pun tidak sulit. Letaknya di pinggir jalan persis. Selain itu, tampilan bangunan warungnya sangat sederhana. Hanya dari dinding kayu. Namun jangan tertipu dengan tampilan warungnya yang sederhana. Di baliknya ada masakan olahan daging sapi yang lezat.

Saat mencicipi gule sapinya, daging sungguh empuk dan tebal. Sedangkan tengklengnya gampang lepas dari tulang. Kuah bumbu rempahnya yang meresap dan pedasnya pas. Penjual juga menghidangkan sepiring nasi hangat dengan taburan bawang goreng di atasnya.

Jangan tanya soal harga, untuk paket tengkleng dan paket gule hanya Rp 25 ribu seporsi. Sajian itu sudah disediakan minuman. Seperti es teh atau es jeruk sesuai pesanan. Karena cukup ramai, disarankan datang lebih pagi jika tidak ingin kehabisan.

Warung ini dikelola oleh Niyem dibantu anaknya. Niyem sendiri sudah berjualan gule dan tengkleng sapi selama 33 tahun di lokasi tersebut. Dia membuka warung sejak pukul 08.00 sampai dagangannya habis.

”Dulu kalau ramai, 20-30 kilogram bisa habis sehari, tapi habis kurban (Idul Adha) ini agak sepi,” ujar dia.

Dia menamai warungnya Siti Palma. Diambil dari nama anaknya Siti, dan berjualan di dekat hotel Palma. Sebelum membuka warungnya ini, Niyem mengaku pernah merantau di Sumatera sebelum akhirnya kembali ke Sragen.

Langganan Niyem berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari karyawan saat jam makan siang. Hingga pejabat yang terkadang mampir untuk menyantap tengkleng maupun gule sapi. Tidak jarang pelanggan dari luar kota juga mampir.

”Tipsnya ya mempertahankan resep rahasia. Itu yang bikin warung ini bertahan 33 tahun,” tandasnya. (din/adi/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#sragen #Tengkleng #gule