Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kuliner Legendaris Mi Kopyok Bu Narti Klaten, Minus Lontong, Bertahan Sejak 1970

Angga Purenda • Minggu, 12 November 2023 | 14:30 WIB
Sunarti saat meracik seporsi mi kopyok untuk disajikan kepada pelanggannya. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Sunarti saat meracik seporsi mi kopyok untuk disajikan kepada pelanggannya. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARKLATEN.COM - Mi Kopyok dikenal sebagai kuliner khas Semarang. Namun, di Klaten juga terdapat warung penjual mi kopyok yang sudah melegenda.

Tepatnya di Jalan Tapak Doro, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah.

Warung legendaris yang menjual mi kopyok tersebut bernama Bu Narti. Warung ini sudah berjualan sejak 1970-an.

Warungnya cukup sederhana, tetapi kuliner mi kopyoknya patut dicoba.

Mi kopyok racikan Sunarti, 60, tidak terdapat irisan lontong seperti yang dijumpai di Semarang.

Tetapi berupa bakmi, kecambah, irisan kubis, tahu pong dan kekian cap cay. Ditambah bakso dan irisan daging sapi dan koyor.

Saat mi kopyok disantap, cita rasa gurih langsung menyeruak pada lidah yang berasal dari siraman kuah kaldu.

Biasanya disantap dengan kerupuk, keripik tempe hingga menambahkan kacang goreng sesuai selera.

Resep mi kopyok itu sudah turun-temurun selama sekira 50 tahun.

”Jadi awalnya ibu saya (Yoso Sudarmo atau Mbah Walik) berjualan soto sapi. Kebetulan setiap pulang sekolah saat masih SD sering membantu ibu saya berjualan. Inspirasi mi kopyok dari racikan ibu saya selama ini,” ucap Sunarti ditemui radarklaten.com.

Sunarti menceritakan, setelah lulus SD tidak melanjutkan pendidikan ke SMP.

Dia lebih memilih membantu ibunya berjualan soto sapi hingga akhirnya meracik mi kopyok sampai saat ini di lokasi warung yang sama.

”Dulu ibu saya berjualan soto sapi setiap pagi sampai pukul 09.00. Kemudian saya lanjutkan berjualan mi kopyok sampai sore hari. Tapi kini saya memutuskan berjualan mulai dari pukul 09.00 karena usia saya yang sudah lanjut. Menunya ya tetap mi kopyok dan soto sapi,” jelas Sunarti.

Pada masa kejayaannya, Sunarti bisa meracik mi kopyok hingga 100 porsi setiap harinya.

Kini pada kisaran 40-50 porsi setiap harinya. Dari proses produksi hingga berjualan, dia dibantu dua orang.

Seporsi mi kopyok Bu Narti itu dibanderol Rp 8.000 untuk porsi kecil.

Sedangkan untuk porsi normal apabila ditambahi cap cay yang menyerupai bakwan dengan satu potongan daging di tengahnya dibanderol Rp 10 ribu per porsi.

Apabila menghendaki komposisi komplet dengan irisan daging sapi dan koyor harganya Rp 11 ribu per porsi.

”Pelanggan tidak hanya dari Klaten. Ada dari Solo dan Jogja. Mereka bilang cita rasanya tetap awet dari dulu sampai sekarang,” ucap Sunarti.

Sunarti juga mengenalkan minuman pendamping saat menikmati mi kopyok.

Yakni es pakel yang memiliki cita rasa manis karena terdiri dari gula jawa, potongan buah pakel.

Buah pakel sendiri masih sekerabat dengan mangga.

Paketan mi kopyok dengan es pakel dibandrol harga Rp 15 ribu. “Kalau beli es pakel saja, hanya Rp 4.000,” tandasnya. (ren/adi)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#klaten #kuliner legendaris #Mi kopyok