RADARSOLO.COM - Belut biasanya dikonsumsi menjadi kudapan, lauk ataupun sayur. Di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, ada masakan khas belut yang lezat, yakni belut kuah lombok ijo atau cabai hijau.
Selain memiliki rasa yang khas dan nikmat, belut juga memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.
Tak hanya dikonsumsi untuk peyek dan goreng renyah, belut pun biasa dijadikan lauk atau sayur untuk pendamping makan nasi.
Nah, di warung makan yang berlokasi di Kampung Jati Kembaran, Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo ini, belut disajikan dengan cara yang berbeda dari lainnya. Yakni diolah dengan kuah lombok ijo.
”Belut kuah lombok ijo ini paling laris,” kata Aris Yuwono, pengelola warung makan.
Aris biasanya mendapatkan belut dari peternak belut yang sudah menjadi langganannya. Belut yang dimasak adalah belut seukuran jari. Untuk setiap 2 kilogram belut, biasanya menjadi 16 porsi.
”Biasanya jadi 16 porsi kalau 2 kilogram. Porsinya bukan per ekor, karena kadang ada belut yang ukurannya besar,” kata Aris.
Setelah dibersihkan, belut lalu dipotong menjadi beberapa bagian dan di goreng sampai matang. Baru kemudian dimasak dengan kuah lombok ijo.
”Kuahnya ini bumbunya bawang putih, bawang merah, saus, gula, merica, garam dan penyedap rasa. Serta lombok ijo yang diulek kasar dan irisan tomat. Dimasak sampai matang,” katanya.
Masakannya sederhana, namun perpaduan kuah bumbu bawang merah, bawang putih, merica dan lombok hijau, membuat kuahnya sedikit pedas. Apalagi ada irisan tomat yang menambah cita rasa kuah menjadi segar. Ditambah daging belut yang gurih dan lembut, membuat lidah bergoyang.
”Saya rasa di tempat lain tidak ada. Ini masakan khas Desa Mulur,” jelasnya.
Bagi yang berkunjung di Sukoharjo memang layak mencoba masakan khas yang satu ini. Harganya relatif murah dan terjangkau. Bahkan, bisa dipesan di aplikasi yang menyediakan jasa antar makanan. (kwl/adi/ria)
Editor : Syahaamah Fikria