Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Nikmatnya Kuliner Olahan Daging Domba di Banaran Boyolali, Dimasak Asem-Asem Tak Bau Prengus

Ragil Listiyo • Sabtu, 1 Juni 2024 | 14:20 WIB
Asem-asem domba di salah satu warung sate Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali. (Ragil Listiyo/Radar Solo)
Asem-asem domba di salah satu warung sate Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali. (Ragil Listiyo/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Jika biasanya sate berbahan dasar daging kambing dan ayam, Kabupaten Boyolali memiliki kuliner baru dari domba. Dimasak menjadi sate hingga asem-asem kaya rempah. Rasanya perpaduan asam, manis dan segar.

Sajian domba ini bisa ditemui di Sate Kambing Mbak Suli di Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali. Meski namanya sate kambing, namun bahannya asli dari domba muda berusia di bawah 10 bulan. Ada berbagai varian menu mulai dari sate, gulai, tengkleng, tengkleng seger hingga salah satu menu favorit asem asem manis.

Sajian asem-asem manis daging domba dalam mangkuk tampak menggoda. Kuah bening dengan irisan tomat serta cabai hijau utuh menambah cantik tampilan. Rasa rempah-rempahnya menguar dari kuahnya. Ditambah gurih dari kaldu daging domba.

Saat mencicipi, rasa asam segar dan manis yang tidak terlalu dominan. Sedangkan daging domba cukup empuk dan tidak alot. Bahkan, meski dimasak asem-asem, daging domba sama sekali tidak prengus. Justru gurih daging dan citarasanya keluar.

”Memang sengaja memilih daging domba. Pertama kami pilih yang kualitas premium, jadi benar-benar ada spesifikasinya agar tidak alot dan gurih. Kami ambil yang usianya di bawah 10 bulan namun, sudah mencapai bobot. Jadi rasa dagingnya memang empuk dan gurihnya,” jelas pemilik warung, Muhammad Harim pada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (10/5).

Daging domba itu berasal dari peternakan di daerah Urutsewu, Ampel. Selain itu, pemilihan daging domba karena cenderung tidak prengus tak seperti daging kambing. Tak ayal, warungnya ini menjadi jujugan para pecinta daging kambing dan domba.

Untuk harganya cenderung murah. Karena porsinya dibuat sedang. Satu porsi sate akan mendapat lima tusuk daging bakar. Lalu, cita rasa bumbu dan rempahnya tak main-main. Tak ada bau prengus maupun apak sama sekali.

”Nasinya bisa ambil sendiri sepuasnya. Jadi bisa menyesuaikan dengan seleranya,” ujarnya.

Harga satu porsi sate bakar, sate bakar masak, asem-asem daging, tongseng dan tengkleng senilai Rp 28 ribu. Sedangkan gule hanya Rp 10 ribu, sate gajih domba Rp 15 ribu dan tongseng kikil Rp 20 ribu per porsinya. Jika mau kepala utuh juga bisa, harganya Rp 150 ribu per porsi.

”Memang ini lumayan ramai, apalagi kalau weekend. Sehari bisa habis dua sampai tiga ekor kambing. Omzetnya perhari bisa dapat Rp 6 juta -Rp 7 juta per harinya,” tandasnya. (rgl/adi)

Editor : Adi Pras
#rempah #weekend #kuliner baru #Tengkleng #kabupaten boyolali #gulai #ampel #sate #Asem asem #domba