Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sate Kambing Legendaris Mungkung di Sidoharjo Sragen: Bertahan Puluhan Tahun, selalu Jadi Rujukan

Ahmad Khairudin • Sabtu, 6 Juli 2024 | 14:30 WIB
Sate kambing Mungkung di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen yang sudah melegenda. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Sate kambing Mungkung di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen yang sudah melegenda. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Bagi warga Sragen, Sate Mungkung pasti sudah tidak asing di telinga. Lokasinya yang berada di dekat Jembatan Mungkung, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, menjadikan nama warung sate mudah diingat hingga melegenda.

Perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu menjadi kesempatan warga untuk menyantap sate di rumah. Namun rasanya dijamin pasti beda ketika daging kambing diolah di tangan ahlinya.

Jika yang meramu pedagang sate, biasanya potongan daging lebih pas dan bumbu lebih meresap dan empuk.

Salah satunya sate Kambing Mungkung. Setiap momentum Idul Adha, rumah makan ini selalu menyempatkan untuk libur selama tiga hari. Namun begitu buka, banyak pelanggan yang kembali karena merindukan beragam kuliner olahan kambing ini.

Lokasi Sate Mungkung yang nyaman, bersih, dan akses yang mudah untuk kendaraan roda empat menjadi salah satu keunggulan.

Namun yang pasti, rasa sate yang empuk dengan beragam pilihan menu lainnya merupakan tujuan utama untuk makan di rumah makan sate kambing ini.

Selain sate kambing, ada pula menu tongseng, tengkleng, dan gule kambing. Rumah makan tersebut juga menyediakan ayam goreng bagi pelanggan yang kurang menyukai sate. Opsi sate pun beragam, ada yang campur dan ada yang cuma daging.

Pemilik Warung Sate Kambing Mungkung Sulardi menjelaskan, pihaknya buka dari pagi hingga malam mulai pukul 08.30 sampai 21.00.

Selain itu pihaknya juga sangat peduli pada kenyamanan dan kebersihan. Baik di tempat meja kursi maupun lesehan. Dalam sehari, setidaknya menyembelih beberapa ekor kambing. Sehingga daging selalu segar.

”Sehari satu sampai tiga ekor kambing. Tergantung situasi ramai atau tidak,” ujarnya.

Dengan harga rata-rata Rp 30 ribuan, setiap porsi menu yang disajikan pasti enak. Selain itu warung sate ini sudah ada sejak 1968. Karena resep rahasinya bisa bertahan puluhan tahun.

”Kalau pelanggan dari berbagai latar belakang. Ada kalangan pejabat maupun artis,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#mungkung #idul adha #sate kambing #tongseng #sragen #Tengkleng #bumbu #kuliner #sidoharjo #gule kambing