Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Alasan Warung Legendaris Nasi Tiwul Mbok Sembleng di Giriwoyo Wonogiri yang Tidak Buka Setiap Hari

Iwan Adi Luhung • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 02:32 WIB
Aneka menu kuliner tradisional di warung nasi tiwul Mbok Sembleng Giriwoyo Wonogiri.
Aneka menu kuliner tradisional di warung nasi tiwul Mbok Sembleng Giriwoyo Wonogiri.

RADARSOLO.COM-Nasi tiwul atau sego tiwul adalah salah satu kuliner khas Wonogiri.

Banyak warung yang menjajakan kuliner tersebut.

Namun, di Kecamatan Giriwoyo, ada satu warung legendaris yang menyediakan nasi tiwul tapi hanya buka di hari tertentu.

Warung legendaris itu adalah Tiwul Mbok Sembleng. Berada di Dusun Saratan RT 03 RW 05 Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri.

Warung itu selalu diserbu pengunjung saat buka.

Kenikmatan sego tiwul Mbok Sembleng sudah terkenal. Pelanggannya banyak yang dari luar Kecamatan Giriwoyo.

Di antaranya Wahyu Nur Abadi, 28. Warga asal Kecamatan Wonogiri Kota itu kerap menikmati sego tiwul di warung Mbok Sembleng.

"Rasanya enak dan mantap. Sudah sering ke Mbok Sembleng,” jelasnya.

Biasanya, dia ke sana bersama istri, anak dan mertuanya. Kerap Wahyu datang bakda magrib atau Isya.

"Tidak setiap hari buka. Hanya malam Pon dan Kliwon saja warungnya buka," tutur dia.

Sejak buka di 1991, pengunjung selalu ramai saat malam Pon dan Kliwon.

Warung Mbok Sembleng berada di tengah perkampungan.

Baca Juga: Viral Remaja yang Loncat dari Lantai 3 Solo Paragon Mall Disebut Idap Bipolar, Apa dan Bagaimana Tangani Gangguan Mental Agar Tetap Stabil?

"Kan jauh dari jalan raya, jadi memilih tidak jualan setiap hari. Khawatir tidak laku," ujar Tukimin, pemilik sekaligus pengelola warung.

Pengunjung bisa makan di dapur maupun teras rumah. Langganan Tukimin dari berbagai kalangan dan usia.

Warung itu menyediakan sego tiwul, ikan cuwik goreng, sayur lombok, sambal bawang, trancam dan berbagai macam gorengan.

Para pelangggan berasal dari Solo, Sukoharjo dan Pacitan.

Tukimin menceritakan, generasi pertama yang membuka warung itu adalah kakeknya bernama Pontiko yang berjualan gorengan.

Kemudian ibunya, Sembleng juga jualan gorengan. "Saat saya pegang, menambah menu nasi tiwul," beber dia.

Adapun harga per porsi Rp 35 ribu. Pembeli bisa mendapatkan nasi tiwul, lima ekor ikan, sambal dan lalapan.

Pengunjung dapat menikmati makanan tradisional dengan suasana perkampungan.

Tukimin mengaku ingin terus melestarikan sego tiwul khas Wonogiri.

Warung itu tetap bisa bertahan di gempuran zaman. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#mbok sembleng #giriwoyo #Nasi Tiwul #wonogiri