RADARSOLO.COM – Angkringan jadi salah satu lokasi yang khas sekali bagi warga Solo Raya meluangkan waktu untuk meyantap kuliner enak dan bercengkrama.
Angkringan Pak Sigit, yang beralamat di Desa Kwarasan RT 03 RW 05, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah jadi salah satu yang bisa jadi rekomendasi. Menariknya angkringan ini terkenal malah karena berjualan soto dan nasi pecel.
Angkringan ini berdiri pada Desember 2023. Usaha ini dirintis oleh Hanuri Sigit Nugroho. Angkringan ini buka setiap hari kecuali Kamis, di mana pada hari tersebut angkringan ini tutup.
Dalam menjalankan bisnis ini, ternyata banyak suka duka dialami oleh pengusahanya.
Baca Juga: Asal Usul Soto: Kuliner Nusantara yang Ternyata Hasil Akulturasi Tionghoa
Hanuri Sigit Nugroho mengungkapkan bahwa saat pertama kali merintis usaha ini, ia sering menghadapi kendala, terutama pada musim hujan.
Menurutnya, saat musim hujan, warungnya sering roboh karena hembusan angin kencang.
Dia berharap jalan persawahan sekitar dapat dipasang lampu penerangan pada malam hari untuk memberikan keamanan dan kenyamanan saat warga melewatinya.
"Alasan saya berjualan di sini adalah karena suasananya yang tenang, dekat dengan sawah, hawanya sejuk, dekat dengan rumah, dan pastinya ingin mencari sesuatu yang berbeda dari usaha lainnya," ujar Hanuri Sigit Nugroho, pemilik Angkringan Sigit, kepada Jawa Pos Radar Solo.
Angkringan Pak Sigit buka mulai pukul 06.00-15.00 WIB. Pada hari biasa, angkringan ini menghabiskan sekitar 70 porsi, sementara pada hari libur bisa mencapai 100 porsi.
Menu yang disediakan di sini dijual dengan harga mulai dari Rp. 3.000 hingga Rp. 9.000. Berikut beberapa menu dengan harga yang bervariasi:
Dengan harga yang sangat terjangkau, Angkringan Sigit cocok untuk masyarakat Sukoharjo maupun luar kota.
Para pengunjung akan disuguhi pemandangan sawah di kanan dan kiri, serta udara sejuk yang dihasilkan oleh pepohonan sekitar.
Para pengunjung yang menikmati kuliner di Angkringan Sigit tidak perlu khawatir jika ingin melaksanakan ibadah sholat zuhur atau ashar, karena di sekitar persawahan terdapat Masjid An-Nur yang dapat digunakan untuk singgah. (mg7/nik)
Penulis: Siti Fatimah
Editor : Niko auglandy