Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Begini Perjalanan Dimsum, dari Rumah Teh di Tiongkok hingga Jadi Jajanan Favorit di Indonesia

Annas Rohmanda Purbaningrum • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:29 WIB
Variasi Dimsum di Indonesia. (Instagram: @serasalidah)
Variasi Dimsum di Indonesia. (Instagram: @serasalidah)

RADARSOLO.COM - Pecinta kuliner pasti sudah tidak asing lagi dengan dimsum. Hidangan khas Tiongkok ini mulai menjamur di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir dan hingga kini masih menjadi salah satu makanan favorit. Bahkan, variasi dimsum di Indonesia terus berkembang, mulai dari cara memasak, isian, hingga saus pendampingnya.

Lantas, sebenarnya apa itu dimsum dan bagaimana sejarahnya?

Baca Juga: Gurihnya Sop Ayam Kampung Sor Pelem Pak Slamet, Jaga Resep Warisan Sejak 1970 dari Jualan Pikulan hingga Jadi Legenda Kuliner Klaten

Dimsum merupakan hidangan khas Tiongkok yang telah dikenal sejak berabad-abad lalu. Tradisi menyantap dimsum berkembang di wilayah Guangdong (Kanton), Tiongkok Selatan, sebagai pelengkap kegiatan yum cha, yaitu tradisi minum teh sambil menikmati aneka makanan dalam porsi kecil. Pada masa itu, para pedagang dan pelancong yang melintasi Jalur Sutra kerap beristirahat di rumah teh untuk menikmati secangkir teh hangat ditemani berbagai kudapan.

Seiring waktu, terutama pada masa Dinasti Tang (618–907 M), tradisi menikmati dimsum semakin berkembang dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Tiongkok. Dari yang awalnya hanya disajikan di rumah teh, dimsum kemudian dikenal luas hingga ke berbagai negara dan menjadi salah satu ikon kuliner Tiongkok.

Baca Juga: Menikmati Gurih-Manis Opor Bebek Pincuk Khas Kranggan Klaten, Kuliner Tradisional yang Bikin Nagih

Di Indonesia, dimsum mengalami banyak penyesuaian dengan selera masyarakat. Jika di negara asalnya dimsum memiliki beragam isian, seperti udang, ayam, babi, hingga sayuran, di Indonesia dimsum umumnya menggunakan daging ayam sebagai bahan utama. Penyajiannya pun berbeda. Selain dikukus, kini dimsum juga banyak diolah dengan cara digoreng hingga dibakar.

Inovasi tersebut tidak berhenti pada cara memasaknya. Isian dimsum kini semakin beragam, mulai dari keju lumer, mozzarella, jamur, hingga aneka varian pedas yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia. Saus pendampingnya pun ikut berkembang. Jika sebelumnya dimsum identik dengan saus cabai atau saus asam manis, kini banyak penjual yang menawarkan saus mentai, salted egg, hingga sambal dengan berbagai tingkat kepedasan.

Tak heran jika saat ini dimsum mudah ditemukan, mulai dari pedagang kaki lima, gerai khusus dimsum, hingga restoran.

 

Editor : Kabun Triyatno
makanan tiongkok dimsum kuliner sejarah