RADARSOLO.COM - Kalau beberapa tahun terakhir kopi seolah menguasai tongkrongan anak muda, kini ada pemain lain yang mulai ikut mencuri perhatian. Bukan minuman energi atau soda, melainkan teh.
Teh yang selama ini identik dengan es teh manis, teh hangat, atau minuman rumahan kini tampil dengan wajah baru. Milk tea, artisan tea, hingga teh dengan krim dan buah mulai memenuhi pilihan minuman kekinian.
Menariknya, sejumlah brand tidak hanya menjual rasa, tetapi juga membawa konsep visual yang dibuat untuk menarik perhatian. Kemasan estetik, gerai bernuansa oriental, hingga menu yang Instagramable membuat aktivitas “ngeteh” terasa semakin modern.
Berikut sembilan brand yang ikut meramaikan tren tersebut.
Baca Juga: Dulu Boba, Kini Matcha dan Ube. Kenapa Tren Minuman Cepat Berganti?
Tianlala, Porsi Jumbo Harga Bersahabat
Buat yang suka minuman dalam ukuran besar tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, Tianlala bisa menjadi salah satu pilihan.
Brand asal China ini dikenal dengan konsep minuman berukuran jumbo dan harga yang relatif terjangkau. Karakter rasanya cenderung manis dan creamy, dengan teh yang tidak terlalu pekat serta tambahan topping yang cukup melimpah.
Salah satu menu yang menarik perhatian adalah Black Bear Boba Milk Tea. Selain itu, varian es krim buah dalam ukuran besar juga menjadi bagian dari daya tariknya.
Baca Juga: Semua Serba Ungu! Ube Lagi Viral di Korea
Teazzi, Buat yang Suka Rasa Teh Lebih Nendang
Berbeda dengan minuman yang lebih mengutamakan rasa susu dan manis, Teazzi membawa pendekatan artisan tea dengan teknik seduh bergaya Taiwan.
Rasa tehnya menjadi salah satu bagian yang paling menonjol. Aroma roasted dari daun teh terasa lebih kuat, sementara susu digunakan untuk melengkapi rasa tanpa sepenuhnya menutup karakter teh.
Four Seasons Oolong Milk Tea dan Deep Roast Oolong Milk Tea menjadi beberapa menu yang bisa dicoba, terutama bagi pencinta teh dengan rasa yang lebih kompleks.
Sancha, Estetik dan Floral
Kalau ada brand yang cocok untuk pencinta minuman cantik sekaligus punya aroma teh yang kuat, Sancha bisa masuk daftar.
Sancha membawa konsep artisan milk tea dengan pilihan teh yang dipadukan dengan karakter buah dan bunga. Cita rasanya cenderung lembut dengan aroma floral dan fruity yang cukup terasa.
Baca Juga: Kenapa Makanan Berbau Dubai Sering Dijual Mahal? Ternyata Bukan Cuma Soal Nama
Menu seperti Peach Oolong Milk Tea dan White Grape Oolong Milk Tea menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin mencoba kombinasi teh dan buah.
Chagee, Teh Premium yang Jadi Gaya Hidup
Nama Chagee mungkin sudah tidak asing bagi pencinta minuman teh. Brand asal China ini membawa konsep premium oriental tea dengan tampilan gerai dan kemasan yang dibuat elegan.
Berbeda dari milk tea yang sangat manis, Chagee lebih menonjolkan karakter daun teh. Perpaduan teh dengan susu dibuat ringan sehingga rasa tehnya tetap terasa.
Jasmine Green Milk Tea menjadi salah satu menu yang banyak dikenal. Ada pula Da Hong Pao Milk Tea bagi yang ingin mencoba karakter teh yang berbeda.
Molly Tea, Wangi Melatinya Bikin Penasaran
Molly Tea juga ikut bermain di ranah teh premium dengan fokus pada karakter floral tea.
Salah satu daya tariknya adalah aroma melati yang cukup kuat. Teh dengan karakter floral tersebut kemudian dipadukan dengan susu sehingga menghasilkan rasa yang lembut dan harum.
Premium Jasmine Milk Tea menjadi salah satu menu yang menarik untuk dicoba, terutama bagi mereka yang menyukai aroma melati.
Kancha, Milk Tea dengan Gaya Minimalis
Kancha membawa konsep kedai teh susu oriental kontemporer yang menyasar konsumen muda perkotaan.
Baca Juga: Jangan Salah Sebut! Ramen dan Ramyeon Ternyata Punya Perbedaan
Konsep visualnya dibuat minimalis dan modern, sementara pilihan minumannya mencoba menyeimbangkan rasa teh dengan susu. Selain milk tea, pilihan teh buah juga menjadi bagian dari variasinya.
Kancha Signature Milk Tea bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati teh dengan rasa creamy tetapi tetap mendapatkan aroma tehnya.
Macanria, Teh Oriental dengan Eksperimen Rasa
Macanria menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda dengan menggabungkan teh oriental dan kreasi minuman modern.
Identitas visualnya cukup mudah dikenali lewat logo bergambar macan dan nuansa biru-putih yang mengingatkan pada porselen oriental.
Tidak hanya menggunakan susu biasa, Macanria juga mengeksplorasi alternatif seperti soymilk. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah Earl Grey Soymilk Tea, yang memadukan aroma Earl Grey dengan tekstur susu kedelai.
Chuchat, Ada Sensasi Krim Asin
Kalau biasanya teh identik dengan rasa manis, Chuchat mencoba memberikan pengalaman yang berbeda melalui konsep Sea Salt Iced Tea.
Minuman ini memadukan teh oriental dengan lapisan krim yang memiliki sensasi gurih dan asin di bagian atas. Perpaduan rasa manis, pahit, dan gurih membuatnya menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mencoba sesuatu di luar milk tea biasa.
Cara menikmatinya pun menjadi bagian dari pengalaman karena konsumen bisa mengaduknya terlebih dahulu atau langsung menyeruput teh bersama lapisan krim.
Heytea, Pelopor Cheese Tea
Nama terakhir mungkin sudah tidak asing bagi penggemar cheese tea. Heytea merupakan brand asal China yang dikenal sebagai salah satu pelopor tren teh dengan lapisan krim keju.
Konsepnya menggabungkan teh dengan buah segar maupun krim keju yang memiliki rasa gurih. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah Very Grape Chee, yang memadukan teh dengan anggur dan lapisan krim.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa teh bisa dikembangkan jauh lebih luas. Bukan hanya soal rasa, tetapi juga tekstur dan pengalaman ketika meminumnya.
Teh Mulai Ikut Masuk Tongkrongan Anak Muda?
Menjamurnya berbagai brand tersebut memperlihatkan bahwa teh mulai mendapatkan tempat yang lebih besar di industri minuman kekinian.
Jika kopi menawarkan espresso, latte, americano, hingga berbagai signature coffee, teh kini memiliki dunia yang tidak kalah luas. Ada milk tea, fruit tea, oolong, jasmine tea, cheese tea, sampai berbagai kreasi artisan tea.
Persaingannya pun bukan semata-mata soal siapa yang lebih enak. Konsep gerai, kemasan, harga, ukuran minuman, hingga tampilan yang cocok diunggah ke media sosial ikut menjadi pertimbangan.
Lantas, apakah teh akan menggeser popularitas kopi?
Sepertinya belum. Namun, teh sudah mulai menunjukkan bahwa dirinya bukan lagi sekadar minuman pendamping. Di tengah budaya ngopi yang semakin menjamur, budaya “ngeteh” versi baru perlahan ikut mencari tempat di tongkrongan Gen Z.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum