Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pahami Penyebab Bruxism: Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi saat Tidur

Syahaamah Fikria • Sabtu, 12 Juni 2021 | 05:32 WIB
Perawatan gigi di Klinik Gigi Gigigo Dental Care Pabelan, Kartasura, Sukoharjo oleh tenaga ahli dan peralatan modern, Senin (30/1/2023). (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)
Perawatan gigi di Klinik Gigi Gigigo Dental Care Pabelan, Kartasura, Sukoharjo oleh tenaga ahli dan peralatan modern, Senin (30/1/2023). (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Bruxism atau menggemeretakkan gigi atas dan bawah adalah kebiasaan buruk yang dapat terjadi karena dipicu oleh stres.

"Salah satu penyebab utamanya adalah stres. Jadi harus terapi untuk mencari sumber stres dan menguranginya," kata drg Rosdiana Nurul Annisa Sp.KG dari RS Pelni kepada Antara.

Dengan mencari tahu sumber stres dan mengatasinya, diharapkan kebiasaan buruk menggesekkan gigi atas dan bawah juga menghilang. Selain terapi, kebiasaan ini bisa dicegah menggunakan alat bernama splin oklusal, pelindung gigi yang serupa dengan pelindung gigi petinju.

Caranya, periksakan diri ke dokter gigi yang akan mencetak gigi Anda. Lalu membuatkan pelindung gigi yang sesuai bentuk serta ukurannya. Alat itu dipakai sebelum tidur, sehingga ketika gigi atas dan bawah saling bergesekan, gigi tetap terlindungi.

Bila kebiasaan ini berlangsung secara rutin dan tidak diatasi, bruxism bisa menyebabkan gigi aus dan berdampak untuk kesehatan.

"Gigi aus akan mempengaruhi TMD, temporomandibular disorders. Sendi kita yang membuat mulut bisa membuka dan menutup, namanya temporamandibula. Biasanya juga berpengaruh ke situ," kata dokter gigi dari Universitas Indonesia.

Biasanya kebiasaan ini terjadi tanpa sadar. Dan yang menyadari adalah orang lain, seperti pasangan atau teman sekamar karena proses tersebut menimbulkan bunyi berisik yang mengganggu. Rata-rata orang yang menggertakkan gigi tidak tahu dirinya melakukan itu.

"Kalau yang dilakukan secara sadar, namanya clenching. Beda sih sama bruxism. Tapi di gigi hampir mirip penampakannya. Tapi biasanya kalau clenching kan sadar, jadi lebih jarang ya. Kalau misalnya bruxism ya pas tidur biasanya," terang Rosdiana.

Dikutip dari WebMd, salah satu gejala yang dirasakan adalah sakit kepala saat bangun tidur atau rahang yang sakit. Bila merasa curiga, bsia memeriksakan diri ke dokter gigi yang akan mencari tanda-tanda bruxism di dalam mulut. (Antara) Editor : Syahaamah Fikria
#pemeriksaan gigi #bruxism #menggemeretakkan gigi