Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kucing Bengal Jadi Idaman Cat Lovers: Lebih Lincah Tapi Harga juga Wah

Damianus Bram • Minggu, 31 Oktober 2021 | 21:00 WIB
MOTIF TOTOL: Kucing bengal koleksi Bima Nur Salam. Selain menggemaskan, satwa ini bernilai ekonomis tinggi. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
MOTIF TOTOL: Kucing bengal koleksi Bima Nur Salam. Selain menggemaskan, satwa ini bernilai ekonomis tinggi. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Sekilas, motif bulu kucing ini hampir mirip macan tutul. Namun, totol-totolnya tidak begitu rapat. Adalah kucing bengal atau Bengal tiger cat. Dibandingkan kucing lainnya, bengal lebih aktif, sehingga menyenangkan untuk diajak bermain.

Tertarik memelihara kucing asal Amerika Serikat ini? Siapkan duit sekitar Rp 3 juta. Banderol tersebut untuk anakan Bengal dari jenis paling umum, yakni warna cokelat, sedangkan bengal dewasa kategori nonpet sekitar Rp 6 juta. Untuk kategori pet lebih mahal lagi, Rp 12 juta.

Jenis bengal yang dapat dicari dan harganya tinggi adalah silver, charcoal, dan blue. “Sepengetahuan saya, harga jual yang tinggi itu black charcoal. Kawan saya di Jatim bisa jual sampai Rp 30 juta," papar Bima Nur Salam, warga Mojosongo, Jebres.

Pria 26 tahun yang sudah memelihara kucing bengal sejak setahun terakhir mengakui, dibandingkan ras lainnya atau kucing domestik, bengal lebih aktif.

“Kucing rumahan menghabiskan waktunya untuk tidur. Hanya aktif jelang jam makan. Kalau bengal lebih jarang tidur, jadi enak diajak main," ujarnya.

Dari keaktifannya itu, imbuh Bima, bengal lebih mudah dilatih karena memiliki sifat patuh hanya kepada owner-nya. Layaknya anjing.

Photo
Photo
MOTIF TOTOL: Kucing bengal koleksi Bima Nur Salam. Selain menggemaskan, satwa ini bernilai ekonomis tinggi. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Keistimewaan bengal lainnya adalah pada motif bulunya yang menjadi ciri khas persilangan ketiga antara American Shorthair dengan Asian Leopard.

Bengal juga memiliki tubuh yang lebih besar seperti wild cat (kucing liar), namun ramah layaknya domestic cat (kucing rumahan).

Untuk memastikan kesehatannya, anakan bengal butuh divaksin F3 dan F4. Vaksin inti yang terdiri dari FPV untuk mencegah penleukopenia, FHV 1 cegah hidung tersumbat dan berair, dan FCV infeksi saluran pernafasan.

Ketika sudah dewasa, lanjut pria yang sedang berupaya mendapatkan lisensi dokter hewan itu, bengal harus divaksin rabies.

Tak kalah pentingnya memperhatikan kenyamanan kandang. Idealnya berukukuran 60x40 sentimeter, memiliki sirkulasi udara yang baik. Termasuk menyiapkan wadah untuk makan dan minum, serta pasir sebagai media untuk buang air.

"Kebersihan kandang bisa mencegah munculnya jamur, kutu, dan penyakit pencernaan,” terangnya.

Urusan pakan, Bima memberikan bengal kesayangannya makanan kering khusus. Diselingi olahan daging dan sayur guna melengkapi asupan gizi dan membantu kelancaran sistem pencernaan.

"Yang saya pelajari saat kuliah, walaupun karnivora, hewan tetap akan mengkonsumsi tumbuhan untuk membantu proses metabolisme. Jadi saya sisipkan daging dan sayuran untuk kucing-kucing saya," beber dia.

Tidak hanya memelihara, Bima juga mengembangbiakkan bengal. “Paling banyak saya punya 20 ekor. Ini tinggal dua indukan dan beberapa anakan. Sebulan bisa jual 2-3 ekor (setara Rp 7-15 juta)," pungkasnya. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#kucing bengal #Bengal tiger cat