Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Oligodon, Ular dengan Gigi seperti Bilah Pisau

Damianus Bram • Minggu, 13 Februari 2022 | 21:00 WIB
MASIH JARANG DIPELIHARA: Oligodon koleksi Bima Nur Salam warga Perumahan Solo Elok, Mojosongo, Jebres. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
MASIH JARANG DIPELIHARA: Oligodon koleksi Bima Nur Salam warga Perumahan Solo Elok, Mojosongo, Jebres. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Banyak jenis ular dikoleksi pecinta reptil. Tapi, ada ada satu yang cukup unik. Namanya oligodon. Ular ini senang makan telur.

Bukan hanya itu, oligodon memiliki bentuk gigi seperti bilah pisau. Karena itu, secara internasional, ular ini disebut kukri snake.

“Giginya atau taring belakangnya itu berbentuk seperti pisau tajam. Jika tergigit, bekas lukanya seperti sayatan pisau. Untungnya bukan jenis ular berbisa," terang pecinta oligodon Bima Nur Salam ditemui di Perumahan Solo Elok, Mojosongo, Jebres, Sabtu (12/2).

Dengan bentuk giginya itu, ular dari keluarga colubridae ini diklasifikasikan dalam genus oligodon. Dalam bahasa Gerika (Bahasa Yunani), oligodon berasal dari kata oligos yang artinya sedikit atau jarang, dan dont berarti gigi.

Sebab itu, oligodon disebut sebagai ular bergigi jarang, karena gigi atas berjumlah sedikit. “Fungsi giginya untuk menyayat mangsanya. Ular ini juga biasa memangsa reptil ukuran kecil, selain makan utamanya telur," katanya.

Bima lalu memamerkan oligodon purpurascens miliknya yang masih baby up. Oligodon dengan lokaliti Jawa itu memiliki warna dominan cokelat dengan corak totol tak beraturan yang berwarna lebih gelap. Panjangnya sekitar 15 sentimeter.

Ketika dewasa, oligodon bisa mencapai panjang hampir satu meter. "Oligodon termasuk u lar terestral atau hidup di dalam tanah. Karena itu, dihabitat aslinya, sering makan kadal kecil dan telur. Seperti telur ayam liar, burung, dan sebagainya,” beber dia.

Mengingat habitat aslinya di dalam tanah, Bima menyiapkan lumut-lumutan di dalam kandang si ular. Dilengkapi wadah air untuk minum dan kelembapan kandang.

Menurut Bima, lumut berfungsi menjaga udara di kandang tidak terlalu lembab saat cuaca dingin, sedangkan wadah berisi air memastikan kelembaban saat cuaca panas.

Untuk pakan, Bima selalu menyediakan telur ayam. “Giginya yang tajam dapat merobek cangkang telur. Tapi karena ini hewan peliharaan, telur yang saya berikan sudah dipecah dan diletakkan di wadah. Saya aduk putih dan kuning telurnya,” ucapnya.

Cara makan oligodon, imbuh Bima, tidak seperti ular lain yang menelan mangsa. Tapi mengisap cairan di dalam telur mentah.

Persebaran oligodon hampir merata di dunia. Di Indonesia, tercatat lima sub spesies yang sudah diamini oleh pakar, yakni oligodon octolineatus dan oligodon purpurascens yang persebarannya banyak di Jawa.

Kemudian oligodon trilineatus di Sumatera, oligodon annulifer di Kalimantan, dan oligodon  fasciolatus yang masih menjadi perdebatan.

“Kebetulan tidak begitu banyak yang memelihara ular jenis ini karena perawatannya sedikit lebih sulit. Harganya juga relatif mahal. Untuk ukuran baby up sekitar Rp 3 juta. Ini juga berlaku untuk morp paling langka seperti albino. Kebetulan saya ada albino ukuran adult (dewasa). Ditawar Rp 121 juta oleh YouTuber asal Inggris. Yang paling rare, tergantung pemiliknya mau buka harga berapa, kalau cocok diambil, tidak ya sudah," pungkasnya. (mg3/ves/wa) Editor : Damianus Bram
#cara Perawatan Oligodon #Koleksi Pecinta Reptil #Oligodon #Harga Oligodon #Ular Oligodon