Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jalak Suren yang Supercerewet: Bisa Jadi Alarm saat Ada Orang Mendekat

Damianus Bram • Minggu, 17 September 2023 | 19:00 WIB
MENTAL BAJA: Jalak suren bukan burung pemalu. Ketika berhadapan dengan orang, jalak malah nggacor.
MENTAL BAJA: Jalak suren bukan burung pemalu. Ketika berhadapan dengan orang, jalak malah nggacor.

RADARSOLO.COM - Jalak suren memiliki suara keras dan melengking. Kicauan itu biasanya dikeluarkan saat ada orang yang mendekati sangkar. Sebab itu, burung kicauan ini bisa menjadi alarm.

Karakter jalak suren yang cerewet menjadi kelangenan Supriyono. ”Kalau ada orang baru, pasti begitu. Caper,” kata warga Surabaya itu seperti dilansir dari jawapos.com.

Suara itu berasal dari enam jalak suren yang tak henti berkicau. Seolah memberi tahu sang pemilik. ”Hey, ada orang baru itu lho”.

Sambil mengepak-ngepakkan sayap, tak takut dengan orang luar, burung bernama latin gracupica contra tersebut terus berkicau. Sambil menaikturunkan kepala, burung itu menunjukkan segala kemampuannya berolah kicau.

Jalak suren memang berbeda dengan burung lain yang diam ketika ada orang baru mendekati sangkar. Burung berparuh kuning ini langsung memberondong dengan kicauannya.

Saking cerewetnya, jalak suren mirip alarm yang memberi tahu tuannya bahwa sedang ada orang di sekitar rumah. Baik orang yang lewat depan rumah maupun yang mau bertamu.

Bukan hanya pada orang luar, dengan anggota keluarga Supriyono pun, si jalak tak kalah cerewet. Misalnya, saat malam tiba. Kalau dengar suara keras dari dalam rumah, burung akan langsung bunyi.

”Jalak ini selalu bunyi kalau dengar suara, baru diam kalau dikerodong,” terang Supriyono.

Sejak lima tahun lalu, dia kepincut dengan si jalak. Mulanya satu ekor. Kemudian tambah seekor lagi. Semakin tertarik, dia membelinya seekor lagi. Sampai kini, kakek dua cucu itu punya enam jalak suren.

”Anehnya, masing-masing punya suara berbeda,” katanya. Ada yang suka kicau panjang, nembak-nembak. Ada juga yang ngerol dengan aneka jenis kicau. Atau, variasi keduanya.

Bahkan, Crismo, nama seekor jalak suren milik Supriyono, mampu menirukan suara desir tonggeret. Sejenis serangga yang sering berdesir di pepohonan hutan.

Lelaki asal Kedungadem, Bojonegoro itu mengaku tidak punya banyak resep memelihara enam ekor jalak suren. Perawatannya standar. Diberi makan jangkrik saat pagi dan sore.

Sesekali diberi makan ulat hongkong, pisang, dan pepaya. Mandi sekali sehari. Itu pun kalau Supriyono tidak lupa.

Meski tidak punya perawatan ekstra, jalak suren koleksinya menjadi primadona di kalangan pencinta jalak di Surabaya. Jalak-jalak koleksinya sering menyabet juara di gantangan.

Bahkan, si Falcon, seekor jalak koleksinya, jadi ikon di komunitas Sedulur Jalak Suren Suroboyo (SJSS). Dikenal cerdas berkicau, Falcon punya ciri khas khusus. Dia bisa nembak panjang. ”Yang jadikan maskot teman-teman komunitas sendiri,” tuturnya.

Selain pandai gacor, yang membuat jalak-jalak koleksi Supriyanto istimewa adalah mental yang kuat. Di alam liar, jalak suren memang punya basic tak gampang takut. Namun, di tangan Supriyono, mental jalak tambah kuat.

Mental kuat itu dilatih dari kebiasaan Supriyono yang sering memasukkan tangan di sangkar. Dan benar, Crismo, si jalak, tidak takut dan malah mendekati tangan sang pemilik. Bahkan, Crismo melompat-lompat di jemari Supriyono yang digerak-gerakkan untuk menggoda si jalak.

Di antara jemari itulah, sayap Crismo dibentangkan. Mirip burung berlatih terbang. Sesekali kicaunya ngriwik. Entah sebal atau senang dengan digoda begitu. ”Biar mentalnya kuat, nggak gampang takut,” jelasnya.

Trik lain yang dia pakai agar si jalak makin kuat adalah ketika mengajak mandi. Biasanya, Supriyono menyiram si burung dengan gayung dari atas sangkar. Siraman tersebut mulanya membuat jalak kaget. Namun, kalau sudah terbiasa, jalak malah terlihat senang. (jpg/wa)

Editor : Damianus Bram
#Berkicau #jalak suren #burung