RADARSOLO.COM- Dalam penciptaan keris, memiliki fungsi dan tujuan. Salah satunya fungsi ideofak.
Fungsi ideofak keris, yakni artefak yang berhubungan dengan pemikiran terhadap hal-hal religius, supernatural, ide dan abstrak.
Ketua I sekaligus Ketua Bidang Edukasi Komunitas Boworoso Tosan Aji Solo (Brotosuro) Ady Sulistyono menjelaskan, contoh ideofak adalah benda-benda pusaka, arca dewa, alat-alat upacara, dan sebagainya.
"Keris dengan fungsi ideofak adalah merupakan simbol luhur," jelas Ady, Kamis (28/3/2024)
Simbol luhur tersebut, imbuh Ady, antara lain terdiri dari simbol Ketuhanan, simbol si manusia itu sendiri, simbol pengharapan atau doa kepada Tuhan, dan simbol pengetahuan luhur tentang kebajikan.
"Cara pemakaian maupun perlakuan terhadap keris sesuai tradisinya, pada hakikatnya adalah suatu bentuk penghormatan terhadap apa yang disimbolkan tersebut," ujar Ady.
Tradisi Mengenakan Keris
Ada yang cara mengenakan atau memakai keris dengan cara di-sikep di depan tubuh, dan ada yg mengenakan keris di belakang.
"Masing-masing cara memakai keris itu ada maknanya," ungkap Ady.
Pemakaian keris di depan tubuh dengan cara di-sikep, biasanya dilakukan oleh brahmana, pandita, ulama, atau masyarakat suku Bugis dan Melayu.
Itu menandakan bahwa mereka mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan atau yang selalu berpegangan dengan nilai-nilai Ketuhanan.
Ada pula keris yang cara memakai diletakkan di belakang bagian tubuh atau punggung. "Biasanya dilakukan oleh para kesatria, waisya, sudra. Seperti di Pulau Jawa dan Bali," tutur Ady.
Mereka dengan keris di belakang tubuh, dapat diartikan harus berupaya terlebih dahulu dan hasil usahanya tersebut diserahkan kepada Tuhan. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono