Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mengenal Manfaat Ampas Kopi untuk Tanaman, Bisa Jadi Pupuk Organik sekaligus Pengusir Hama

Damianus Bram • Rabu, 22 Mei 2024 | 23:52 WIB
GEMBURKAN TANAH: Ampas kopi juga bisa menjadi pupuk organik padat. Setelah berupa pupuk, bisa langsung ditaburkan ke tanaman.
GEMBURKAN TANAH: Ampas kopi juga bisa menjadi pupuk organik padat. Setelah berupa pupuk, bisa langsung ditaburkan ke tanaman.

RADARSOLO.COM - Ampas kopi ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik lho. Dengan keberadaan ampas kopi, tanaman hias dan sayur jadi lebih bernutrisi dan terhindar dari hama.

Hal ini baru disadari oleh Kresnawati Imansari saat dirinya mulai intens berkebun pada tahun 2022, dilansir dari Jawa Pos

Menggemari dunia berkebun, menjadikan Kresnawati lebih bijak dalam mengolah sampah. 

Dia pun menyadari bahwa sampah organik seperti kulit bawang, sisa sayuran, hingga ampas kopi bisa berguna bagi kebutuhan kebunnya.

”Kebetulan saya dan suami pencinta kopi. Tiap pagi bikin kopi hitam. Dari sana saya terpikirkan untuk memanfaatkan ampasnya sebagai pupuk organik,” tutur Kresnawati.

Ampas kopi bagus untuk tanaman hias, sayur, dan buah. Kandungan nitrogen, fosfor, dan magnesiumnya dapat memberikan nutrisi yang sangat baik untuk tanaman.

Ampas kopi juga disenangi cacing tanah sehingga dapat membantu menggemburkan tanah.

Aroma kopi yang khas membantu mengusir hama dan bau. Penelitian juga menunjukkan ampas kopi dan pupuk cair organik kopi memiliki sifat antimikroba.

”Saya biasanya menggunakan pupuk ampas kopi untuk tanaman hias dan tanaman sayur agar hama serangga dan siput tidak mendekat,” beber sarjana pertanian Universitas Brawijaya Malang itu.

Kresnawati mengolah ampas kopi menjadi pupuk padat dan cair. Untuk membuat pupuk ampas kopi padat, cukup campurkan dua gelas ampas kopi dan 1 liter air. Lalu, saring dengan saringan tipis dan jemur agar kadar gulanya berkurang.

”Karena kopi yang masih mengandung gula dapat mengundang semut pada tanaman. Setelah kering, bisa langsung ditaburkan ke tanaman,” lanjutnya.

Pembuatan pupuk organik cair dari ampas kopi pun mirip. Setelah disaring, tidak perlu dikeringkan. Namun, dimasukkan ke botol.

Lalu tambahkan satu tutup botol pupuk organik cair (POC) untuk membantu fermentasi. Diamkan selama sepekan sebelum digunakan.

”Caranya, satu tutup botol POC kopi ditambah 1 liter air disiramkan langsung atau disemprotkan ke bagian batang dan daun,” beber Kresnawati.

Penggunaan pupuk disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Agar tepat guna, perhatikan frekuensi pemupukannya.

”Ampas kopi, karena pupuk alami, jadi relatif aman digunakan dua kali dalam sepekan. Semua jenis kopi yang memiliki ampas bisa digunakan, kopi saset tidak bisa,” sambungnya.

Kebun belakang rumah Kresnawati tumbuh subur dan sehat berkat pupuk organik ampas kopi salah satunya.

Di pekarangan seluas 200 meter persegi itu, dia menanam berbagai tanaman yang dibutuhkan sehari-hari seperti bawang daun, tomat, cabai rawit, seledri, bayam, dan kangkung. (lai/c7/ai/adi)

Editor : Damianus Bram
#sampah organik #Berkebun #pupuk organik #olah sampah #ampas kopi