Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Asal Usul Gasing, Inpirasi Munculnya Permainan Hampir Serupa tapi Pakai Penghapus, Staples dan Paku Payung: Ngetren di Kalangan Pelajar

Tri wahyu Cahyono • Senin, 15 September 2025 | 00:42 WIB
Foto kiri gasing berbahan kayu. Foto kanan, penghapus pensil yang dikaitkan pakai staples dan paku payung.
Foto kiri gasing berbahan kayu. Foto kanan, penghapus pensil yang dikaitkan pakai staples dan paku payung.

RADARSOLO.COM– Permainan ini sedang ngetren di kalangan pelajar.

Beberapa karet penghapus pensil dikaitkan menggunakan staples.

Di bagian bawahnya ditancapkan paku payung lalu diputar secara manual menggunakan tangan.

Sepintas, penghapus yang berputar tersebut menyerupai gerakan gasing.

Fenomena ini menjadi pro dan kontra di masyarakat karena menggunakan benda-benda tajam.

Lalu darimana asul usul permainan gasing?

Sebenarnya mayoritas gasing terbuat dari kayu. Untuk memutarnya, pemain menggulung benang di bagian atas gasing lalu menariknya dengan cepat.

Ada pula yang diputar langsung menggunakan tangan alias tanpa alat bantu lainnya.

Pecinta mainan klasik di seluruh dunia merayakan Hari Gasing Internasional setiap hari Rabu kedua di bulan Oktober.

Perayaan Hari Gasing Internasional kali pertama digagas oleh sebuah museum di Burlington, Wisconsin, Amerika Serikat, pada tahun 2003.

Saat itu, direkturnya Judith Schultz, menyamakan cara gasing berputar dengan rotasi bumi pada porosnya.

Menurutnya, “Bumi berputar pada satu poros, sama seperti gasing mainan.”

Baca Juga: Doakan Indonesia Aman Sentosa, MAKIN Solo Gelar Sembahyang King Hoo Ping dengan Bakar Kapal Kertas

Sejarah Gasing yang Mendunia

Dilansir dari National Today, gasing adalah mainan dengan bentuk unik yang dirancang untuk berputar pada sumbu vertikal.

Mainan ini hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna.

Tetapi semuanya memiliki satu karakteristik ajaib: mampu menentang gravitasi berkat efek giroskopik yang memanfaatkan inersia, gravitasi, momentum, dan gaya sentrifugal.

Penelitian menunjukkan bahwa gasing sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

Gasing tertua yang pernah ditemukan berasal dari abad ke-35 SM, atau sekitar 6.000 tahun yang lalu.

Secara historis, gasing ditemukan di berbagai belahan dunia, dengan metode putar yang beragam, seperti ditarik dengan tali, diputar menggunakan tangan, atau dengan memegang bagian ekornya.

Hari Gasing Internasional juga bertujuan untuk mengakui dan merayakan fakta ilmiah di balik cara gasing menantang gravitasi.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan sebuah mainan, terdapat prinsip fisika yang luar biasa dan sejarah panjang yang kaya. (wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#staples #paku payung #gasing #pelajar #tren #asal usul #penghapus