Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hiu Ekor Merah Air Tawar Jadi Primadona Aquascaper

Silvester Kurniawan • Sabtu, 4 April 2026 | 06:48 WIB

 

Fish Red Tail Shark bisa ditempatkan di akuarium dengan ikan jenis lainnya. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Fish Red Tail Shark bisa ditempatkan di akuarium dengan ikan jenis lainnya. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Bagi aquascaper, kejelian dalam memilih jenis ikan menjadi salah satu faktor kunci suatu aquascape itu bisa bertahan apik.

Salah satu jenis ikan yang cocok untuk dirawat di akuascape adalah hiu ekor merah atau Ornamental Fish Red Tail Shark.

Meski namanya hiu, ikan yang satu ini merupakan ikan hias air tawar yang asal perairan Asia Tenggara, khususnya di kawasan sekitar Thailand dan sekitarnya.

Ikan ini bukanlah seperti ikan hiu yang ada di laut yang terkenal dengan keganasannya.

Baca Juga: Warga Serbu Wisata Panorama Boyolali, Rebutan 1 Ton Ikan Gratis Jelang Ramadhan

Red Tail Shark yang satu ini murni merupakan jenis ikan air tawar yang banyak hidup di sungai atau rawa-rawa kecil di Thailand. Sebelum akhirnya banyak dibudidaya peternak ikan di berbagai belahan dunia.

”Ini Red Tail Shark, tetapi bukan hiu betulan karena sebenarnya ini ikan air tawar. Alasannya disebut Hiu Ekor Merah mungkin karena bentuk sirip bagian atasnya yang mirip dengan sirip ikan hiu yang ada di laut,” ucap Diyas, salah satu penghobi ikan hias di Kota Solo, Sabtu (4/4/2026).

Hiu Ekor Merah merupakan ikan hias yang mudah dipelihara. Jika kualitas airnya baik dan kondusif untuk mereka hidup, maka ikan jenis ini bisa tumbuh hingga ukuran 12-15 cm dengan usia yang cukup panjang sampai belasan tahun lamanya.

Baca Juga: Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan LPG 3 Kg di Tasikmadu Karanganyar, Omzet Per Bulan Capai Miliaran

Kuncinya ada pada bagian perawatan air yang rutin diganti selama beberapa waktu plus memiliki sistem filterasi yang baik.

”Cocok bagi aquascaper (sebutan untuk para penghobi aquascape, Red). Tetapi kalau bisa yang tidak terlalu banyak tumbuhannya. Jadi bisa dengan substrat pasir hitam dengan ornament batu dan kayu yang dominam gelap. Setingan ini akan cocok dengan warna asli si ikan yang dominam hitam dengan warna merah mencolok pada bagian ekornya,” hemat dia.

Meski memiliki sifat sedikit agresif, jenis ikan ini cocok untuk dipelihara jadi satu dengan jenis ikan aquascape lainnya.

Kuncinya ada pada kejelihan memilih ikan yang akan dipadukan dalam satu tank komunal milik kalian. Karena ukurannya yang bisa tumbuh hingga ukuran sedang, ikan ini cocok dipelihara dengan berbagai jenis ikan lainnya.

Seperti ikan tetra, cerry barb, dan berbagai jenis ikan lain dengan temperem sejenis yang lebih memiliki cara berenang yang aktif.

”Cocok kalau aquariumnya agak besar, jadi masih memiliki ruangan yang leluasa untuk ikan berenang dan bersembunyi jadi tidak saling mengganggu,” hemat dia.

Baca Juga: Joglo Eks Kantor Kelurahan Kroyo Sragen Mendadak Hilang, Lurah Sebut Bakal Disulap Jadi Koperasi Merah Putih

Untuk urusan pakan, Ikan Hiu Ekor Merah merupakan jenis ikan pemakan apa saja. Artinya ikan ini memiliki sifat alami untuk memakan berbagai alga dan berbagai organisme yang tumbuh di dalam aquarium.

Namun jika diberikan pelet dan atau pun pakan hidup seperti cacing darah, artemia, larva nyamuk, bahkan sayuran pun akan dilahap dengan baik.

”Perawatan biasa saja, sama seperti ikan hias lainnya. Jadi kalau dijadikan satu dengan ikan hias lainya kuncinya jeli saja untuk memadupadankan jenis-jenis ikan saat dijadikan satu,” tutup Diyas. (ves/adi)

 

Editor : Adi Pras
#hiu ekor merah #solo #aquascape #thailand #asia tenggara