RADARSOLO.COM- Secara kebahasaan, mirsani adalah bahasa Jawa krama inggil dari kata melihat.
Namun, dalam konteks tosan aji, mirsani bukan sekadar aktivitas menatap dengan mata.
Melainkan proses mengapresiasi keris secara utuh sebagai sebuah karya seni (adiluhung).
-
Metode Fisik: Ketika seorang kolektor mirsani keris, ia akan mencabut bilah dari warangka dengan tata krama (posisi keris tegak di depan dada, mengarah ke atas, tidak menghadap ke arah orang lain). Keris kemudian diposisikan sejajar mata dengan jarak sekitar 30–40 cm untuk melihat proporsi secara keseluruhan.
-
Apa yang Dilihat? Yang dinilai adalah keselarasan (keserubutan) antara dhapur (bentuk keseluruhan seperti luk atau lurus), pamor (pola logam), dan tangguh (perkiraan era pembuatan).
-
Sisi Psikologis/Mindfulness: Proses ini membutuhkan ketenangan batin. Ritme napas diatur lambat agar pandangan mata stabil. Di sinilah letak meditasinya; kolektor menangkap "aura" atau keindahan visual pertama yang dipancarkan oleh keselarasan garap sang Empu.
Baca Juga: Bukan Lagi Penghuni Lemari Lembap: Bagaimana Keris Menjadi Statement Art di Hunian Urban
Jika mirsani adalah melihat gambaran besarnya, maka Nlesih (berasal dari kata dasar lesih atau tlesih yang berarti meneliti/mengusut hingga akar) adalah aktivitas pemeriksaan teknis yang sangat detail, objektif, dan saksama dari ujung bilah hingga ke pangkal.
-
Metode Fisik: Kolektor akan membawa keris lebih dekat ke sumber cahaya (lampu spot atau cahaya alami matahari). Bilah keris dimiringkan pada sudut tertentu untuk menangkap pantulan cahaya pada permukaan logam. Mata bergerak lambat, menyisir sentimeter demi sentimeter bilah.
-
Arah Pemeriksaan (Dari Ujung ke Pangkal):
-
Pucukan (Ujung Keris): Memeriksa apakah ujung keris masih utuh, sudah korosi, atau merupakan sambungan baru (repro).
-
Awak-awak (Badan Bilah): Meneliti lipatan logam. Di sini kolektor melihat apakah ada sodo karon (retak horizontal), seberapa matang tempaannya, dan bagaimana karakter bajanya.
-
Sor-soran (Pangkal Keris): Ini adalah bagian paling rumit. Nlesih di area ini berfokus pada ricikan (fitur detail) seperti kembang kacang, lambe gajah, sogokan, dan pejetan. Kolektor memastikan apakah guratan ricikan ini buatan kuno (lewat kikir manual Empu sepuh) atau kikiran mesin modern.
-
Pesi (Tangkai Keris): Bagian dalam yang tertutup gagang. Nlesih pesi dilakukan untuk melihat apakah pesi tersebut masih asli atau sudah disambung (pesi susulan) demi keamanan koleksi. (wa)
-