Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Preloved, Cara Gen Z Menekan Pengeluaran Tanpa Mengorbankan Gaya

Annas Rohmanda Purbaningrum • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:43 WIB
Ilustrasi Unggahan Pengguna X yang Menjual Koleksi Pribadinya dan Komunitas Murah-murah
Ilustrasi Unggahan Pengguna X yang Menjual Koleksi Pribadinya dan Komunitas Murah-murah (AI Generated)

RADARSOLO.COM - In this economy, pengennya beli segala sesuatu dengan harga murah. Di era yang apapun serba naik tapi pendapatan tetap stuck, semua kebutuhan terasa mahal.

Salah satu cara menyiasati hal ini adalah dengan preloved, yaitu mencari barang setengah pakai. Melalui preloved, kita akan dengan mudah menemukan barang yang kita cari dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang sesuai dengan keinginan.

Tapi kamu perlu tahu, bahwa preloved itu berbeda dengan thrift. Preloved biasanya berasal dari koleksi pribadi, sedangkan thrift umumnya didatangkan dari luar negeri dalam jumlah karungan.

Baca Juga: Revisi Perda Pendidikan Solo Mulai Digodok, Komite Sekolah Desak Perlindungan Guru hingga Sekolah Berkarakter

Barang-barang preloved biasanya dijual mulai dari Rp5.000. Bayangkan, hanya dengan mengeluarkan uang seharga cilor kamu sudah bisa mendapatkan barang yang kamu inginkan. Barang yang diperdagangkan pun cukup beragam, mulai dari fesyen, make up, skincare, bahkan perabotan pun bisa kita temukan. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa preloved bukan lagi sekadar cara untuk berhemat, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Banyak orang lebih memilih membeli barang bekas berkualitas dibandingkan barang baru dengan harga yang jauh lebih mahal. Tidak sedikit pula yang sengaja berburu produk bermerek atau barang edisi terbatas melalui pasar preloved karena harganya lebih terjangkau.

Bagi penjual, preloved juga menawarkan keuntungan tersendiri. Barang-barang yang hanya menumpuk di lemari dapat diubah menjadi sumber penghasilan tambahan. Daripada dibiarkan tidak terpakai, pakaian, tas, atau aksesori yang masih layak digunakan bisa memiliki "kehidupan kedua" di tangan pemilik baru. Selain mengurangi penumpukan barang, cara ini juga membantu memperpanjang masa pakai suatu produk sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.

Baca Juga: 10 Lagu Grup K-Pop HYBE yang Cocok Masuk Playlist Workout, Dijamin Bikin Semangat Latihan!

Di X, ada komunitas yang secara khusus menyediakan wadah untuk kita, para pemburu barang murah, yaitu “Komunitas Murah-murah”. Setiap detiknya barang-barang baru yang diperjual belikan pun akan terus bertambah sehingga tidak perlu berpindah-pindah aplikasi atau bahkan berpanas-panasan untuk menemukan barang yang kita inginkan. 
Ketik saja barang apa yang sedang dicari, maka barang tersebut akan muncul. 

Dan jika kamu sedang ingin menjual barang-barangmu, unggah saja foto beserta harganya maka pembeli akan menghubungimu. Setelah itu, penjual dan pembeli hanya perlu melakuan negoisasi sesuai dengan kualitas barang yang ditawarkan. 

Meski menawarkan banyak keuntungan, transaksi preloved tetap membutuhkan kehati-hatian. Pembeli perlu memastikan reputasi penjual, memeriksa kondisi barang melalui foto atau video yang jelas, serta membaca deskripsi produk secara saksama. Tidak sedikit kasus ketika barang yang diterima berbeda dengan foto yang ditampilkan atau bahkan penjual tidak mengirimkan pesanan setelah pembayaran dilakukan.

 

Editor : Kabun Triyatno
#Preloved #komunitas murah murah #gen albino #hemat