Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Mengapa Living Together Dianggap Lumrah di Luar Negeri tetapi Masih Diperdebatkan di Indonesia?

Annas Rohmanda Purbaningrum • Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:57 WIB
Ilustrasi Sepasang Kekasih yang Living Together. (AI Generated)
Ilustrasi Sepasang Kekasih yang Living Together. (AI Generated)

RADARSOLO.COM - Belakangan ini, istilah living together semakin sering berseliweran di media sosial. Mulai dari vlog pasangan luar negeri, potongan adegan drama Korea maupun serial Barat, hingga podcast yang membahas hubungan, istilah ini kerap muncul dan memancing rasa penasaran. Di satu sisi, banyak orang menganggapnya sebagai hal yang lumrah. Di sisi lain, tak sedikit yang bertanya-tanya mengapa konsep tersebut masih menuai pro dan kontra di Indonesia.

Lantas, apa sebenarnya living together?

Living together atau cohabitation merupakan kondisi ketika dua orang yang menjalin hubungan romantis tinggal bersama dalam satu rumah tanpa terikat dalam ikatan pernikahan. Fenomena ini bukan hal baru. Di sejumlah negara seperti Swedia, Prancis, Kanada, hingga Australia, tinggal bersama sebelum menikah telah menjadi pilihan yang cukup umum bagi sebagian pasangan.

Baca Juga: Tanggapan Pakar Hukum Tata Negara Soal OTT KPK yang Menjerat Kepala Daerah: Biaya Politik Tinggi Picu Kasus Terus Terulang

Alasan pasangan memilih living together pun beragam. Ada yang ingin mengenal kebiasaan pasangannya lebih dalam sebelum menikah, ada yang mempertimbangkan faktor ekonomi karena biaya hidup yang tinggi, hingga menganggap tinggal bersama sebagai tahap alami dalam sebuah hubungan. Di beberapa negara, keputusan tersebut juga didukung oleh norma sosial yang lebih terbuka terhadap berbagai bentuk hubungan.

Tak hanya itu, beberapa negara bahkan telah memiliki aturan hukum yang mengatur hak dan kewajiban pasangan yang hidup bersama tanpa menikah. Meski demikian, penerapannya berbeda-beda di setiap negara, bergantung pada sistem hukum dan kebijakan yang berlaku.

Berbeda dengan kondisi tersebut, living together masih menjadi topik yang sensitif di Indonesia. Sebagai negara yang memiliki nilai budaya, agama, dan norma sosial yang kuat, tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan masih dipandang tidak sesuai oleh banyak kalangan. Selain dipengaruhi oleh norma masyarakat, praktik ini juga berkaitan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Meski begitu, meningkatnya akses terhadap media digital membuat masyarakat Indonesia semakin sering terpapar gaya hidup dari berbagai belahan dunia. Film, serial, konten YouTube, hingga media sosial memperlihatkan bahwa living together merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat di negara lain. Akibatnya, istilah tersebut kini semakin akrab di telinga generasi muda, meskipun praktiknya belum tentu diterima dalam konteks sosial Indonesia.

Baca Juga: Tercepat di Practice Moto3 Jerman 2026, Veda Ega Pratama Buka Peluang Start dari Barisan Depan

Hal inilah yang kemudian memunculkan berbagai diskusi di media sosial. Sebagian orang melihat living together sebagai pilihan pribadi yang dipengaruhi budaya dan kondisi sosial di masing-masing negara. Di sisi lain, banyak pula yang menilai bahwa konsep tersebut sulit diterapkan di Indonesia karena bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Perlu dipahami pula bahwa living together berbeda dengan tinggal bersama teman sekamar (roommate), teman satu rumah (housemate), atau rekan satu apartemen (flatmate). Dalam konteks living together, orang-orang yang tinggal bersama merupakan pasangan yang memiliki hubungan romantis.

Perbedaan cara pandang terhadap living together menunjukkan bahwa setiap negara memiliki latar belakang budaya, norma, dan sistem hukum yang berbeda. Apa yang dianggap biasa di satu tempat belum tentu memiliki penerimaan yang sama di tempat lain. Karena itu, memahami fenomena ini tidak cukup hanya dari apa yang terlihat di media sosial, tetapi juga perlu melihat konteks budaya dan aturan yang berlaku di masing-masing negara. (*)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Living together #Gen Z #budaya