Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Kenapa Hal Memalukan Tiba-Tiba Terlintas Saat Mau Tidur? Ternyata Ada Penjelasannya

Inayah Choirunisa • Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00 WIB
Foto: Pinterest
Foto: Pinterest

RADARSOLO.COM - Hari sudah larut, lampu kamar dimatikan, tubuh mulai rileks, dan mata hampir terpejam. Namun, alih-alih langsung tertidur, tiba-tiba muncul ingatan tentang kejadian memalukan yang terjadi bertahun-tahun lalu. Mungkin saat salah menyebut nama guru di depan kelas, terjatuh di tempat umum, salah mengirim pesan, atau mengucapkan sesuatu yang kini terasa sangat memalukan.

Tak sedikit orang pernah mengalami momen seperti ini. Fenomena tersebut bahkan sering menjadi bahan candaan di media sosial. Banyak warganet mengaku justru mengingat kejadian yang ingin dilupakan ketika suasana sudah hening dan mereka hendak tidur.

Baca Juga: Sering Bikin Fake Scenario Sebelum Tidur? Ternyata Otak Punya Alasannya Sendiri

Meski sering disebut sebagai sleep embarrassment atau bedtime cringe, istilah tersebut bukanlah diagnosis maupun istilah resmi dalam dunia psikologi. Sebutan itu lebih banyak digunakan di media sosial untuk menggambarkan pengalaman umum ketika seseorang tiba-tiba mengingat kembali momen yang memalukan menjelang tidur.

Lalu, mengapa hal itu bisa terjadi?

Salah satu penyebabnya adalah karena otak mulai memasuki kondisi yang lebih tenang. Sepanjang hari, perhatian kita dipenuhi berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, berbicara dengan orang lain, hingga melihat notifikasi di ponsel. Semua hal tersebut membuat otak terus menerima rangsangan sehingga tidak banyak ruang untuk memikirkan kejadian-kejadian lama.

Baca Juga: Istirahat Lima Menit Bukan Berarti Malas, Justru Bisa Bikin Lebih Produktif

Sebaliknya, ketika malam tiba dan lingkungan menjadi lebih sunyi, jumlah gangguan berkurang. Otak memiliki kesempatan untuk memproses berbagai pengalaman yang telah tersimpan dalam memori, termasuk kenangan yang sebenarnya sudah lama tidak dipikirkan.

Menurut para peneliti, tidur juga berkaitan erat dengan proses konsolidasi memori, yaitu proses ketika otak mengatur, menyimpan, dan memperkuat ingatan. Pada masa transisi menuju tidur, berbagai potongan memori dapat muncul kembali secara acak. Tidak hanya kenangan menyenangkan, tetapi juga pengalaman yang membuat seseorang merasa malu, canggung, atau menyesal.

Mengapa justru kenangan memalukan yang terasa paling jelas?

Baca Juga: Lelah Berkepanjangan? Ini Cara Mengatasi Burnout

Psikolog menjelaskan bahwa pengalaman yang melibatkan emosi cenderung lebih mudah diingat dibandingkan peristiwa biasa. Rasa malu merupakan salah satu emosi yang cukup kuat sehingga meninggalkan jejak yang lebih dalam pada memori. Akibatnya, ketika otak "membuka kembali arsip" pengalaman hidup, momen-momen tersebut lebih mudah muncul ke permukaan.

Namun, ada hal lain yang perlu diingat. Kenangan memalukan yang terus menghantui sering kali terasa jauh lebih besar di dalam pikiran kita dibandingkan kenyataannya. Dalam psikologi terdapat konsep yang dikenal sebagai spotlight effect, yaitu kecenderungan seseorang melebih-lebihkan seberapa besar orang lain memperhatikan dirinya.

Misalnya, seseorang masih mengingat kesalahan presentasi saat kuliah lima tahun lalu dan merasa semua teman pasti masih mengingat kejadian itu. Padahal, kemungkinan besar orang lain sudah lama melupakannya, atau bahkan tidak pernah menganggapnya sebagai sesuatu yang penting.

Fenomena ini juga menjelaskan mengapa banyak orang merasa malu sendiri ketika mengingat kesalahan kecil, sementara orang lain sama sekali tidak menyadarinya.

Meski terkadang mengganggu, munculnya kenangan memalukan sebelum tidur sebenarnya merupakan pengalaman yang umum dialami banyak orang. Hal tersebut bukan berarti seseorang memiliki gangguan psikologis. Selama tidak terjadi secara berlebihan hingga mengganggu kualitas tidur atau kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut masih tergolong wajar.

Jika kenangan seperti ini sering muncul, beberapa ahli menyarankan untuk tidak melawannya secara berlebihan. Biarkan pikiran tersebut datang dan berlalu, lalu alihkan perhatian secara perlahan dengan teknik relaksasi, membaca buku, atau mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur agar pikiran menjadi lebih tenang.

Jadi, jika malam ini Anda kembali teringat momen memalukan yang terjadi bertahun-tahun lalu, kemungkinan besar Anda tidak sendirian. Itu hanyalah cara otak memproses kembali berbagai pengalaman yang pernah dialami, meski terkadang memilih kenangan yang paling membuat kita ingin berkata, "Seandainya itu tidak pernah terjadi."

Editor : Kabun Triyatno
tidur emosi psikologi memori otak