RADARSOLO.COM - Belakangan ini, linimasa TikTok dipenuhi video bertajuk drag path. Video-video tersebut umumnya menampilkan hal-hal yang tampak sederhana, seperti jalan menuju rumah, bangku kosong di teras, rekaman suara lama, hingga lagu yang mengingatkan pada seseorang. Tanpa banyak dialog, video-video itu justru berhasil membuat banyak orang ikut larut dalam emosi.
Sekilas, drag path memang terlihat seperti tren yang berkaitan dengan kenangan. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, makna istilah ini sebenarnya berawal dari sesuatu yang berbeda.
Istilah drag path mulai dikenal luas setelah muncul dalam lagu "Drag Path" milik Twenty One Pilots. Secara harfiah, drag path berarti jejak yang tertinggal akibat sesuatu yang diseret di atas permukaan. Dalam lagu tersebut, jejak itu menjadi sebuah metafora tentang perjuangan yang dialami seseorang. Jejak yang tertinggal seolah menjadi bukti bahwa ia pernah melewati masa-masa sulit, meski tidak semua orang mengetahui luka yang ia rasakan.
Baca Juga: Nggak Langsung Jatuh Cinta, Justru Ini yang Bikin Hubungan Slow Burn Terasa Spesial
Dengan kata lain, drag path dalam lagu tersebut menggambarkan harapan bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang yang melihat jejak itu dan memahami betapa berat perjalanan yang pernah dilalui.
Seiring viralnya lagu tersebut di TikTok, makna drag path pun berkembang. Warganet tidak lagi hanya memaknainya sebagai jejak perjuangan diri sendiri tetapi juga sebagai jejak yang ditinggalkan oleh orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan mereka.
Jejak itu tidak selalu berupa benda. Bisa berupa jalan yang dulu rutin dilewati bersama seseorang, lagu yang selalu diputar saat perjalanan, aroma makanan yang mengingatkan pada rumah, kursi yang kini kosong, hingga kebiasaan kecil yang masih terbawa meski orangnya telah pergi. Semua itu menjadi pengingat bahwa pernah ada seseorang atau sebuah peristiwa yang memberi arti dalam hidup.
Baca Juga: Apa Itu “Manchild”? Kenapa Ada Orang Dewasa yang Sulit Bersikap Dewasa?
Inilah yang membuat tren drag path terasa begitu dekat dengan banyak orang. Hampir setiap orang memiliki "jejak" yang mampu membawa mereka kembali pada suatu momen. Ada yang teringat pada masa kecil ketika melewati sekolah lamanya, ada yang langsung mengingat sosok ayah saat mendengar suara motor tertentu, dan ada pula yang mengenang sahabat hanya karena mendengar lagu yang pernah mereka nyanyikan bersama.
Meski bentuknya berbeda-beda, semua drag path memiliki satu kesamaan, yaitu menjadi saksi bahwa sebuah pertemuan pernah terjadi. Hal-hal yang tampak biasa ternyata dapat menyimpan cerita yang tidak terlihat oleh orang lain.
Di balik ramainya tren ini, drag path juga mengingatkan bahwa setiap orang meninggalkan jejak dengan caranya masing-masing. Ada jejak berupa perjuangan yang mungkin tidak pernah diceritakan, ada pula jejak yang hidup melalui kenangan orang-orang di sekitarnya. Keduanya sama-sama menunjukkan bahwa pengalaman manusia sering kali tidak benar-benar hilang, melainkan tetap tinggal dalam bentuk yang sederhana, tetapi bermakna.
Editor : Kabun Triyatno