Kenapa Saat Hujan Tiba-Tiba Ingin Makan Pedas? Ini 4 Alasannya

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:39 WIB
Keinginan makan pedas saat hujan bukan kebutuhan biologis, melainkan kombinasi respons sensasi capsaicin yang hangat, pelepasan hormon endorfin, pengaruh cuaca dingin, serta kebiasaan otak yang mencari kenyamanan.
Keinginan makan pedas saat hujan bukan kebutuhan biologis, melainkan kombinasi respons sensasi capsaicin yang hangat, pelepasan hormon endorfin, pengaruh cuaca dingin, serta kebiasaan otak yang mencari kenyamanan.

RADARSOLO.COM – Hujan turun, udara dingin, lalu tiba-tiba muncul keinginan makan pedas dan hangat seperti seblak, bakso, atau mi instan. Fenomena ini umum terjadi, tapi bukan berarti tubuh benar-benar “membutuhkan” cabai.

Secara ilmiah, tidak ada mekanisme yang membuat hujan langsung memicu kebutuhan makanan pedas. Keinginan ini lebih dipengaruhi oleh kombinasi sensasi tubuh, kebiasaan, dan respons otak terhadap makanan.

Baca Juga: Siang Lagi Panas? Cobain 5 Minuman Tradisional Indonesia yang Dijamin Bikin Segar

1. Cabai Memicu Sensasi Panas, Bukan Suhu Tubuh

Rasa pedas berasal dari capsaicin, senyawa dalam cabai yang mengaktifkan reseptor panas di tubuh (TRPV1). Akibatnya, mulut terasa terbakar meski makanan tidak panas secara suhu.

Respons ini juga bisa memicu keringat dan sensasi “hangat” di tubuh, sehingga terasa cocok saat cuaca dingin.

2. Makanan Hangat + Pedas = Kontras yang Nyaman

Saat hujan, tubuh cenderung mencari makanan hangat. Ketika ditambah pedas, sensasi hangatnya terasa lebih kuat.

Ini bukan kebutuhan biologis, melainkan efek kontras: udara dingin bertemu makanan panas dan pedas, sehingga terasa lebih “menghangatkan” dan memuaskan.

Baca Juga: Dulu Boba, Kini Matcha dan Ube. Kenapa Tren Minuman Cepat Berganti?

3. Efek “Nagih” dari Endorfin

Capsaicin tidak hanya memberi sensasi panas, tapi juga memicu respons tubuh yang melepaskan endorfin, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa nyaman.

Itulah sebabnya setelah rasa pedas berlalu, sebagian orang justru merasa puas dan ingin mengulanginya lagi.

4. Kebiasaan dan Ingatan Otak

Di Indonesia, hujan sering identik dengan makanan berkuah dan pedas. Otak kemudian menghubungkan suasana hujan dengan pengalaman makan tersebut.

Akibatnya, saat hujan turun, otak “mengaktifkan” memori makanan hangat dan pedas—bukan karena tubuh kekurangan cabai, tapi karena kebiasaan.

Jadi, Bukan Karena Tubuh Butuh Pedas. Keinginan makan pedas saat hujan bukan sinyal biologis khusus. Ini adalah kombinasi dari respons sensasi capsaicin, kebutuhan makanan hangat, efek endorfin, dan kebiasaan yang terbentuk.

Jadi kalau hujan turun lalu ingin seblak atau mi pedas, itu bukan karena tubuh “minta cabai”, tapi karena otak sedang mengingat: makanan pedas + cuaca dingin = nyaman. (inayah choirunisa)

Editor : Kabun Triyatno
inayah choirunisa tubuh makanan pedas hujan