Oleh: Mulyanti, S. Pd*)
PENDIDIKAN merupakan salah satu komponen penting yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis juga bertanggung jawab (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003).
Untuk mencapai tujuan tersebut, guru sangat perlu merancang proses pembelajaran yang baik dan menyenangkan, termasuk dalam merancang penggunaan media pembelajaran yang tepat.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunkan untuk menyampaikan informasi dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar.
Menurut Gagne dan Briggs (1975) dalam Arsyad (2013:4) secara eksplisit mengatakan, media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunkan untuk menyampaikan isi bahan ajar.
Media pembelajaran dapat memperluas cakrawala sajian materi pembelajaran yang diberikan di kelas, sehingga peserta didik akan memperoleh pengalaman beragam selama proses pembelajaran, memberikan pengalaman belajar konkret dan langsung.
Terlebih pada masa pasca pandemi, pembelajaran jarak jauh yang berlangsung lama sangat berdampak pada rendahnya aktivitas belajar siswa ketika pembelajaran secara luring (tatap muka). Hal ini menyebabkan pembelajaran yang diterima kurang bermakna, siswa menjadi pasif dan menyebabkan hasil belajar siswa kurang memuaskan.
Realita inilah yang terjadi pada pembelajaran Bahasa Inggris di kelas VIII A semester 2 SMP Negeri 1 Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2022/2023 yang ditunjukkan dari hasil nilai siswa yang rata-rata di bawah KKM. Dari 29 siswa di kelas VIII A semester 2 SMP Negeri 1 Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, hanya sembilan siswa atau sekitar 31 persen yang mendapat nilai di atas KKM.
Berdasarkan dari hasil nilai tersebut, penulis berusaha mencari solusi, dengan melakukan sebuah inovasi pembelajaran dalam menyampaikan materi dengan membuat media pembelajaran ular tangga, dengan harapan siswa kembali berminat untuk mengikuti pembelajaran dan mau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Media permainan ular tangga termasuk media visual karena dalam menggunakan media tersebut melibatkan indera penglihatan dan disebut media grafik, karena media permainan ular tangga disajikan dalam bentuk gambar. Permainan ular tangga yang dimainkan oleh dua orang atau lebih ini dapat melatih anak untuk berkompetisi.
Menurut Yudha (dalam Zuhdi, 2010:192),permainan ular tangga merupakan jenis permainan kompetisi yang diarahkan pada kemampuan kerja sama dan sportivitas, sehingga mampu merekayasa pengalaman sosial dan moral anak.
Kelebihan media permainan ular tangga adalah mempermudah pemahaman siswa tentang materi yang diberikan oleh guru, sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan hasil belajar akan meningkat.
Adapun tahapan yang penulis lakukan antara lain, pertama, guru membuat media ular tangga sesuai dengan materi pembelajaran yang dibagi menjadi tujuh sub materi. Terdiri dari satu lembar papan ular tangga, dua dadu, empat bidak, satu kotak berisi pertanyaan, satu kotak berisi jawaban dan satu kotak berisi punishment, untuk setiap kelompoknya.
Kedua, guru membuka kegiatan pembelajaran diawali dengan menyapa, mengajak berdoa, meminta siswa untuk melakukan absensi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Berikutnya ketiga, guru membagi kelas menjadi tujuh kelompok, tiap kelompok beranggotakan empat siswa. Keempat, guru membagikan media permainan ular tangga kepada semua kelompok dengan sub tema yang berbeda dan menjelaskan langkah-langkahnya, kemudian siswa diminta untuk mempraktikan media permainan ular tangga tersebut sampai selesai satu putaran.
Langkah kelima, setelah selesai satu putaran tiap kelompok saling bertukar media permainan ular tangga. Keenam, setelah semua kelompok mendapatkan keseluruhan materi dari sub materi yang ada di media permainan ular tangga, kemudian guru memberikan waktu untuk tanya jawab mengenai kesulitan yang dihadapi ketika melakukan permainan tersebut.
Selanjutnya ketujuh, siswa diberikan soal evaluasi yang dikerjakan dengan durasi waktu yang ditentukan. Kedelapan, guru mengoreksi hasil pekerjaan siswa, kemudian meyampaikan hasil pekerjaan mereka. Kesembilan, guru memberikan rangkuman, apresiasi dan motivasi kepada siswa.
Satu hal yang sangat menonjol selama implementasi adalah meningkatnya minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas yang ditunjukkan dari hasil evaluasi. Dari 29 siswa kelas VIII A semester 2 tahun pelajaran 2022/2023, semuanya (100 persen) antusias dalam menjawab dengan benar, tepat waktu, dan rata-rata nilai 90 ,yang artinya sudah melampaui batas KKM 72 (*)
*) Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri
Editor : Tri Wahyu Cahyono