Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pembelajaran STEM melalui Alat Peraga Tekanan Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 11 Juni 2023 | 05:38 WIB
Photo
Photo

Oleh: Ais Widayanti, S.Pd*)


KEGIATAN pembelajaran sebagai bagian dari proses pendidikan tidak lepas dari peranan guru yang membuat siswa belajar. Serangkaian aktivitas siswa dalam pembelajaran untuk membangun pengetahuan baru memerlukan kepiawaian seorang guru dalam “mengemas” pembelajaran menjadi efektif dan tercapainya tujuan pembelajaran.


Dalam pembelajaran IPA di SMPN 1 Wonogiri Kelas VIII D Tahun Pelajaran 2022/2023, ada beberapa kompetensi dasar yang sulit dipahami, salah satu materinya adalah Tekanan Zat dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari.


Hal ini dibuktikan dari hasil pretes 30 siswa yang mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM) sejumlah 22 siswa dengan rata-rata nilai 68. Sedangkan siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sejumlah delapan siswa dengan rata-rata nilai 82. KKM untuk mata pelajaran IPA adalah 80.


Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut maka peran guru “mengemas” pembelajaran perlu inovasi, salah satu inovasi yang dilakukan melalui pembelajaran STEM (science, teknology, engineering & mathematics).


Pembelajaran STEM adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang memadukan sains, teknologi, enjinering dan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan daya cipta peserta didik (Poppy Kamalia Devi, dkk, 2018:24).


Pembelajaran STEM mempersiapkan siswa untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam kompetisi abad ke-21 (Sanders, 2009; Becker & Park, 2011), seperti keterampilan teknologi, mahir berkomunikasi dan pemecahan masalah (Bell,2010).


Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dua kali pertemuan. Pertemuan pertama, analisis pembelajaran STEM pada tahap konseptualisasi (Science) siswa memahami tentang tekanan zat, faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan, hukum pascal dan rumus tekanan.


Guru memberikan pertanyaan dan LKPD terkait tekanan zat. Siswa mengumpulkan informasi tentang cara membuat alat peraga tekanan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan hukum pascal.


Guru mengarahkan siswa untuk membuat rancangan (engineering) miniatur pengangkat mobil dengan pompa hidrolik dari suntikan dan selang. Siswa melakukan pengukuran dan perhitungan menggunakan rumus hukum Pascal (mathematic). Guru membuat jadwal, melakukan monitoring dan evaluasi.


Pertemuan kedua, guru menguji hasil proyek alat peraga tekanan berupa miniature pengangkat mobil dan siswa mempresentasikan alat peraga (teknology). Guru memberikan penguatan terkait materi tekanan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.


Guru memberikan self assessment berupa post tes untuk melihat pemahaman siswa tentang materi Tekanan. Dari hasil post tes didapatkan 26 siswa mendapatkan nilai di atas KKM dengan rata-rata nilai 88 dan nilai di bawah KKM 4 siswa dengan rata-rata nilai 70.


Setelah melaksanakan pembelajaran STEM kesimpulan yang dapat ditarik adalah penggunaan alat peraga tekanan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII D SMPN 1 Wonogiri.


Terjadi peningkatan nilai di atas KKM pretes delapan siswa dan postes 26 siswa, siswa juga semakin kreatif dengan merancang dan membuat alat peraga tekanan.


Pembelajaran STEM dapat digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. (*)


*) Guru IPA SMPN 1 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri


 






Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Alat Peraga Tekanan #Kabupaten Wonogiri #Pembelajaran STEM #Ais Widayanti #siswa #tingkatkan hasil belajar #Guru IPA SMPN 1 Wonogiri