RADARSOLO.COM - Aktris Hollywood Angelina Jolie, dengan tegas dan terang-terangan mendukung Palestina atas genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap masyarakat sipil Gaza.
Lewat akun Instagram pribadinya pada Kamis (1/11), Angelina Jolie mengklaim pemerintah dunia terlibat dalam kejahatan perang yang terjadi di Gaza karena menolak gencatan senjata.
"Dengan menolak gencatan senjata kemanusiaan dan menghalangi Dewan Keamanan PBB untuk memaksakan gencatan senjata kepada kedua bela pihak, para pemimpin dunia terlibat dalam kejahatan-kejahatan ini,” ucapnya.
Aktris Maleficent ini juga membagikan sebuah gambar terkait kondisi kamp pengungsian Jabalia pasca dibom oleh pasukan Israel pada 31 Oktober, yang menewaskan sekitar 50 warga Palestina dan petugas medis yang tengah berjuang merawat para korban.
Setelah perang tahun 1948, para pengungsi menetap di sebuah kamp di jalur Gaza dan sebagian besar melarikan diri dari desa-dea bagian selatan Palestina.
Kamp pengungsi Jabalia yang dibombardir oleh Israel adalah kamp terbesar dari delapan kamp pengungsi di Jalur Gaza.
Atas pengeboman Israel atas kamp tersebut, Angelina jolie meyakini, bahwa Israel dengan sengaja menyerang populasi warga Gaza yang terjebak di kamp itu.
Ia juga menyayangkan atas serangan Israel karena hampir setengah atau 40 persen korban terbunuh adalah anak-anak yang tak bersalah.
Angelina Jolie dengan tegas menuduh bahwa para pemimpin dunia benar-benar telah terlibat dalam kejahatan perang di Palestina.
"Seluruh keluarga terbunuh, sementara dunia menyaksikan dan dengan dukungan aktif dari banyak negara, jutaan warga sipil Palestina dihukum secara kolektif dan tidak manusiawi,” ungkapnya.
Sebelumnya di akun instagram yang sama Angelina jolie juga menyerukan tagar selamatkan Palestina dan tagar berikan tanah mereka kembali.
Penggemar dan para netizen diseluruh dunia banyak yang memujinya atas aksinya tersebut.
Banyak warganet yang menulis ucapan terimakasih atas dukungan kepada Palestina dari aktris Angelina jolie.
“terima kasih telah menggunakan platform anda untuk menyerukan perdamaian dan diakhirinya kekerasan yang mengerikan ini.”
"Terima kasih, telah menunggumu untuk berbicara, Angie. Dulu ketika semua orang tidak peduli dengan pengungsi, kamu termasuk orang yang berani mengangkat masalah tentang mereka yang terkena dampak perang". tulis netizen. (mg16)
Editor : Damianus Bram