RADARSOLO.COM - Dokter spesialis anestesi asal Palestina lulusan UNS Solo, dr Mueen Al Shurafa, sempat mengungkapkan kondisi di Gaza yang kian mencekam.
Hal itu dia sampaikan ke koleganya lewat pesan suara, beberapa waktu sebelum dr Mueen meninggal terkena serangan bom Israel.
"Masih ingat bagaimana suara beliau bergetar saat mengirim pesan suara beberapa hari yang lalu ke kami, 'it's very bad, banyak mayat tanpa kepala, tubuh tanpa ekstremitas...'," tulis Yeni Mulati, salah satu kolega dr Mueen melalui akun X-nya, @afifahafrah79.
Diceritakan Yeni, hampir sebulan penuh dr Mueen Al Shrafa sebagai dokter anestesi sibuk bekerja di rumah sakit. Lantaran pasien yang terus membeludak.
“Sebulan penuh, sebagai dokter anestesi, beliau sibuk di rumah sakit, menangani pasien yang membeludak.
Dia menambahkan dalam unggahannya jika keluarga dr Mueen Al Shurafa dalam keadaan selamat. Dan saat ini sedang mengungsi ke perbatasan Rafah, yang menghubungkan Gaza dan Mesir
“Keluarga beliau, Alhamdulillah selamat, saat ini mengungsi di Rafah. Sebulan mereka tak bertemu, dan tiba-tiba mendapat info: sang ayah telah tiada,” tulisnya.
Diketahui, salah seorang dokter Palestina lulusan Fakultas Kedokteran Program Studi (Prodi) Spesialis Anestesi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Elshurafa Mueen Zayed, SpAn dikabarkan meninggal dunia.
Dr Mueen meninggal usai tempat tinggalnya terkena serangan bom Israel. (ian/ria)
Editor : Syahaamah Fikria