Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sandera Israel Ungkap Ibunya Tewas dan Tahanan Lain Terluka karena Tembakan Pasukan Israel, Ingatkan Protokol Hannibal

Syahaamah Fikria • Rabu, 20 Desember 2023 | 01:58 WIB
Kendaraan milik transportasi Komite Palang Merah Internasional melepaskan sandera menuju penyeberangan Rafah di Jalur Gaza selatan (24/11/2023).
Kendaraan milik transportasi Komite Palang Merah Internasional melepaskan sandera menuju penyeberangan Rafah di Jalur Gaza selatan (24/11/2023).

RADARSOLO.COM - Cerita soal pasukan Israel yang menembaki warga Israel sendiri yang jadi sandera Hamas, kembali diungkap.

Seorang wanita Israel yang dibebaskan dalam pertukaran tahanan dan sandera, belum lama ini, mengatakan, ibunya tewas mengenaskan setelah terkena tembakan pasukan Israel.

Saat itu, pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kendaraan traktor milik tentara sayap bersenjata kelompok Palestina Brigade Al-Qassam. Wanita itu pun mengalami luka akibat tembakan tersebut.

"Ibuku, yang sangat saya cintai, tewas. Saya terluka di belakang dan saudara lelaki saya terluka di bagian kaki," kata wanita itu dalam wawancara yang disiarkan Channel 12 Israel, dilansir dari Antara.

Pasukan Israel sengaja melepaskan tembakan itu untuk menghentikan traktor menuju Gaza.

Di sisi lain, Protokol Hannibal Israel telah diterapkan Israel pada 1986 dan menjadi rahasia selama 20 tahun.

Dalam Protokol Hannibal Israel, mengizinkan pelenyapan sandera dan penyandera jika upaya penyelamatan gagal. Hal itu guna menghindari pembayaran tinggi bagi para sandera.

Protokol tersebut baru terungkap ke publik pada 2003. Setelah diungkap oleh dokter Israel Avner Shiftan yang bertugas sebagai tentara cadangan di Lebanon.

Laporan pers Israel pada 19 November menyoroti serangan Hamas terhadap Kibbutz Be'eri pada 7 Oktober lalu.

Di mana serangan itu mengakibatkan 14 korban tewas. Termasuk anak kembar Liel dan Yanai Hetzroni yang berusia 12 tahun.

Serangan itu awalnya disebut sebagai "kebrutalan Hamas". Namun kemudian, para saksi mengungkapkan bahwa pasukan Israel menembakkan peluru tank ke rumah tempat para sandera ditahan oleh Hamas. (antara/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Protokol Hannibal #tembakan #Israel #gaza #hamas #sandera