Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Paus Fransiskus dalam Kondisi Kritis, Vatikan Minta Doa Seluruh Umat

Damianus Bram • Senin, 24 Februari 2025 | 17:35 WIB

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mencium Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus usai melakukan foto bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9).
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mencium Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus usai melakukan foto bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9).

RADARSOLO.COM – Kondisi kesehatan Paus Fransiskus kembali memburuk dalam 24 jam terakhir. Hal ini disampaikan Vatikan pada Sabtu (22/2/2025).

Vatikan mengonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini mengalami krisis pernapasan yang berkepanjangan dan memerlukan perawatan intensif.

“Pagi ini, Paus mengalami krisis pernapasan yang berkepanjangan akibat komplikasi asmanya, sehingga membutuhkan oksigen aliran tinggi serta transfusi darah,” demikian pernyataan resmi Vatikan, Sabtu (22/2/2025).

Paus Fransiskus, yang kini berusia 88 tahun, masih dalam keadaan sadar, tetapi kondisinya lebih lemah dibandingkan hari sebelumnya.

Ia telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, sejak 14 Februari lalu setelah didiagnosis menderita pneumonia ganda.

Infeksi ini menyerang kedua paru-parunya, menyebabkan peradangan parah yang memperburuk pernapasan.

Meski dokter menyatakan bahwa kondisi Paus belum dalam bahaya langsung, mereka menegaskan bahwa ia masih dalam fase kritis.

Pemeriksaan darah terbaru menunjukkan kadar trombosit yang rendah, yang mengindikasikan kemungkinan anemia dan dapat memperburuk daya tahan tubuhnya.

Ketidakhadiran Paus dalam doa Angelus mingguan selama dua pekan berturut-turut semakin menambah kekhawatiran umat Katolik di seluruh dunia.

Sebagai pemimpin spiritual bagi 1,4 miliar umat Katolik, kondisi kesehatannya menjadi perhatian utama.

Hingga kini, Vatikan belum memberikan indikasi bahwa Paus Fransiskus akan mengambil langkah pengunduran diri, seperti yang dilakukan pendahulunya, Paus Benediktus XVI, pada 2013.

“Diskusi mengenai kemungkinan ini wajar, tetapi saat ini fokus kami adalah kesehatan dan pemulihan Paus,” ujar Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin, kepada harian Corriere della Sera.

Sejak terpilih sebagai Paus pada 2013, Fransiskus beberapa kali mengalami gangguan kesehatan serius.

Ia pernah menjalani operasi besar, termasuk pengangkatan sebagian paru-parunya saat muda akibat infeksi pernapasan parah.

Pada 2021, ia menjalani operasi pengangkatan 33 cm usus besar akibat divertikulitis, sementara pada 2023, ia dirawat karena bronkitis akut.

Sementara itu, Uskup Agung Rino Fisichella mengajak seluruh umat Katolik untuk memperkuat doa demi kesembuhannya.

Dalam Misa di Basilika Santo Petrus pada Minggu 23 Februari 2025, ia meminta agar doa-doa yang dipanjatkan semakin intens.

Di luar Rumah Sakit Gemelli, kelompok biarawati dan pastor dari berbagai negara berkumpul untuk mendoakan kesembuhan Paus.

“Kami berdoa agar Tuhan memberinya kekuatan untuk pulih dan melanjutkan pelayanannya,” ujar seorang pastor kepada The Associated Press.

Vatikan terus memantau kondisi Paus Fransiskus secara ketat dan diperkirakan akan memberikan pembaruan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

Dunia kini menunggu dengan cemas apakah pemimpin Gereja Katolik ini dapat kembali pulih atau harus menghadapi tantangan kesehatan yang lebih serius. (dam)

Editor : Damianus Bram
#katolik #doa #vatikan #paus fransiskus #kritis