Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Siapa Ali Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran yang Diklaim Tewas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Israel

Nur Pramudito • Minggu, 1 Maret 2026 | 10:07 WIB

Siapa Ali Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran yang Diklaim Tewas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Israel
Siapa Ali Khamenei? Pemimpin Tertinggi Iran yang Diklaim Tewas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Israel

RADARSOLO.COM - Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik paling genting setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pejabat Israel mengklaim bahwa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, tewas dalam serangan udara gabungan.

Namun di tengah klaim tersebut, pemerintah Iran memberikan bantahan keras dan menyebut kabar itu sebagai propaganda perang.

Siapa Ali Khamenei?

Ali Khamenei adalah figur paling berpengaruh dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran.

Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini, tokoh utama Revolusi Islam 1979.

Sebelum menduduki posisi tertinggi, Khamenei pernah menjadi Presiden Iran pada masa Perang Iran-Irak (1980–1988).

Pengalaman perang tersebut membentuk sikap kerasnya terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat yang saat itu mendukung Irak di bawah Saddam Hussein.

Selama lebih dari tiga dekade, Khamenei membangun Iran sebagai negara dengan fondasi militer dan keamanan yang kuat.

Di bawah kepemimpinannya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berkembang menjadi kekuatan dominan dalam sektor militer, politik, hingga ekonomi.

Diklaim Tewas oleh Donald Trump dan Israel

Klaim mengejutkan muncul setelah serangan udara besar-besaran diluncurkan terhadap sejumlah target strategis di Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui unggahan di Truth Social, menyebut bahwa Ali Khamenei tewas dalam operasi tersebut.

Trump bahkan menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” dan menyatakan kematiannya sebagai bentuk keadilan bagi rakyat Iran dan Amerika.

Pemerintah Israel juga merilis daftar pejabat tinggi Iran yang disebut menjadi korban, termasuk penasihat senior Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, kepala biro militer Mohammad Shirazi, hingga pimpinan IRGC Mohammad Pakpour.

Operasi militer terbuka ini dilaporkan dimulai setelah Israel meluncurkan serangan rudal, yang kemudian diikuti operasi tempur besar oleh Amerika Serikat.

Trump menegaskan bahwa serangan “besar dan tepat sasaran” itu akan berlanjut selama diperlukan.

Iran Bantah Khamenei Tewas

Meski Diklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Israel tewas, pemerintah Iran membantah keras kabar tersebut.

Media semi-resmi Iran menyebut Ali Khamenei tetap “teguh memimpin” dan dalam kondisi aman.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan NBC News dari Teheran, menyatakan seluruh pejabat tinggi masih hidup dan menjalankan tugas masing-masing.

Presenter televisi pemerintah Iran bahkan meminta rakyat untuk mengabaikan “propaganda psikologis musuh”.

Namun, di media sosial beredar video yang menunjukkan sebagian warga di Karaj merayakan kabar kematian tersebut, sebelum akhirnya muncul klarifikasi dari otoritas Iran.

Situasi semakin membingungkan ketika laporan lain menyebut otoritas Iran mengumumkan masa berkabung 40 hari, meski belum ada konfirmasi resmi final dari Teheran terkait status Khamenei.

Serangan dan Dampak Korban Sipil

Serangan udara gabungan AS-Israel memicu ledakan di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Teheran. Laporan menyebutkan ratusan korban jiwa, termasuk warga sipil.

Serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan dilaporkan menewaskan lebih dari 100 orang.

Sebagai balasan, IRGC memperluas operasi militer dengan menargetkan aset Amerika dan Israel di sejumlah negara kawasan seperti Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak.

Wilayah udara Timur Tengah pun masuk dalam status siaga tinggi, dengan sejumlah negara menutup akses penerbangan demi keamanan.

Profil dan Warisan Politik Khamenei

Terlepas dari polemik statusnya, Profil Ali Khamenei menunjukkan ia adalah tokoh sentral dalam membentuk kebijakan strategis Iran selama lebih dari 30 tahun.

Ia dikenal dengan konsep “ekonomi perlawanan” untuk menghadapi sanksi Barat dan memperkuat jaringan sekutu regional seperti Hizbullah, Hamas, dan Houthi.

Strategi ini membuat Iran menjadi pemain utama dalam konflik kawasan, sekaligus target utama Israel.

Di sisi lain, pendekatan kerasnya terhadap demonstrasi dalam negeri, termasuk protes 2009 dan gelombang aksi 2022, menuai kritik luas.

Bagi pendukungnya, Khamenei adalah simbol perlawanan terhadap dominasi Barat. Namun bagi para pengkritiknya, ia dianggap gagal menjawab aspirasi generasi muda Iran.

Jika benar Ali Khamenei tewas seperti yang diklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Israel, peristiwa ini berpotensi menjadi titik balik terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran sejak Revolusi 1979.(np)

Editor : Nur Pramudito
#siapa #amerika serikat #iran #pemimpin tertinggi iran #Israel #profil #ali khamenei #donald trump