RADARSOLO.COM-Junior Chamber International (JCI) Solo resmi menandatangani naskah perjanjian program Twinning Chapter dengan JCI Surigao, Filipina, dalam rangkaian acara Asia Pacific Conference yang berlangsung di Niigata, Jepang.
Kesepakatan program Sister Chapter Agreement ini berhasil disahkan setelah melalui proses penjajakan kerja sama yang berjalan selama dua tahun.
Penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan secara langsung oleh Presiden JCI Solo Pulung Priyo Utomo, bersama Presiden JCI Surigao Jair Balberan.
Baca Juga: Mau ke Korea Selatan? Turis Indonesia Kini Bisa Masuk Tanpa Visa Mulai Hari Ini, Simak Syaratnya
Pulung menyatakan, meskipun Solo dan Surigao memiliki perbedaan karakteristik wilayah serta geografis, perbedaan tersebut justru menjadi daya tarik utama dalam membangun ruang kolaborasi yang saling melengkapi.
Kota Solo diposisikan sebagai pusat kebudayaan Jawa, sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) batik, serta kota pendidikan.
Sementara itu, Surigao berperan sebagai jantung industri nikel, pusat sumber daya alam, sekaligus jalur maritim penting di Filipina.
Berdasarkan naskah draf kesepakatan, terdapat sejumlah sektor strategis yang akan dijalankan dalam program kerja sama bilateral ini:
-
Sektor Manufaktur dan Industri Hilir: Surigao merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di Filipina yang menjadi bahan baku utama baterai Electric Vehicle (EV). JCI Solo akan mengintegrasikan ekosistem UMKM, Politeknik Manufaktur, serta universitas di Solo untuk melakukan transfer teknologi pengolahan nikel ramah lingkungan, pelatihan SDM manufaktur, serta skema joint venture UMKM Solo dalam menyuplai komponen non-nikel untuk industri pertambangan Surigao.
-
Sektor Pendidikan Tinggi: Kerja sama melibatkan Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dari pihak Solo, serta Surigao del Norte State University dari pihak Filipina. Fokus program diarahkan pada student exchange bidang geologi, teknik pertambangan, dan kebudayaan, serta riset bersama mengenai green mining dan rehabilitasi lahan bekas tambang.
-
Sektor Pariwisata: Kolaborasi diwujudkan melalui paket wisata Sister City Tourism Package dengan konsep promosi silang "From Keraton to Nickel Coast". Implementasinya mencakup pengiriman pengrajin batik Solo untuk mengisi agenda kebudayaan di Surigao, serta pelatihan pemandu wisata Surigao mengenai tata kelola paket tur budaya dari pelaku industri di Solo.
-
Sektor Ekonomi dan Perdagangan: Program ini memfasilitasi jalur ekspor batik Solo, kerajinan kulit, dan produk furniture ke pasar Filipina melalui akses pintu masuk Surigao. Selain itu, diadakan pelatihan digital marketing bagi UMKM Solo untuk penetrasi pasar ASEAN, sementara Surigao bertindak sebagai penyuplai bahan baku kerajinan ke Solo.
-
Sektor Lingkungan Hidup: Kedua kota berkolaborasi dalam penyelesaian masalah ekologi, di mana Solo fokus pada penanganan Sungai Bengawan Solo dan Surigao pada mitigasi dampak lingkungan pertambangan. Kolaborasi diwujudkan lewat riset bersama energi terbarukan serta teknologi pengolahan limbah tambang.
Proses perumusan dan penjajakan kerja sama ini pertama kali diinisiasi sejak dua tahun lalu oleh para Presiden JCI Solo terdahulu, yakni William Sandika dan Soni Suharyono.
Sepanjang masa persiapan, kedua pihak organisasi secara berkala melakukan pengujian dan analisis mendalam pada setiap sektor kerja sama guna menjamin tingkat keberhasilan program saat diimplementasikan.
Baca Juga: Epson Asia Tenggara membuka pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026
Pulung Priyo Utomo menambahkan, kelancaran proses komunikasi lintas negara ini tidak terlepas dari peran strategis representasi pengurus di tingkat internasional.
"Beruntung pada saat yang sama, kita memiliki seorang Serra Argo Rianda yg duduk sebagai perwakilan yang menjabat di JCI Global sehingga dapat menjembatani dan mempertemukan kebutuhan kedua organisasi untuk bekerjasama," kata Pulung Priyo Utomo dalam keterangan resminya, Minggu (14/6/2026).
Prosesi penandatanganan kerja sama internasional ini turut disaksikan langsung oleh JCI World President Alejandra Castillo bersama JCI Indonesia President Siegfried Listijosuputro.
Baca Juga: Pemkot Solo Jajaki Kerja Sama Penyaluran Tenaga Kerja ke Australia, Ini Bidang yang Dilirik
Kedua pimpinan tertinggi organisasi tersebut berharap agar kolaborasi antara Solo dan Surigao dapat menjadi percontohan draf kerja sama berbasis "Culture + Resources", di mana Solo membawa nilai kebudayaan serta SDM kreatif, sedangkan Surigao membawa kekuatan sumber daya alam serta akses penetrasi pasar global.
Lewat kesepakatan MoU sister city ini, kedua kota diharapkan dapat bersama-sama menaikkan kelas ekonominya di masa depan. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono