Namun, kali ini Ganjar tampak tampil berbeda dari biasanya. Bukan jas, kemeja, atau batik yang dia kenakan seperti biasa. Namun, hari itu Ganjar memilih tampil beda dengan pakaian adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT) plus topi dari anyaman daun lontar yang dikenal dengan sebutan Ti'i Langga.
Penampilan Ganjar itu sontak mencuri perhatian semua yang hadir. Termasuk Menteri Tjahjo Kumolo. Beberapa pejabat dan masyarakat langsung berebut untuk bisa berfoto bersama.
"Pak Menteri izin, saya punya program, kami di Jateng setiap Kamis selalu memakai pakaian adat Jateng. Kemudian, tiap Kamis pekan keempat, kami memakai pakaian adat nusantara. Mudah-mudahan ini mempersatukan kita semu," kata Ganjar mengawali sambutan.
Ganjar menuturkan, Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Batang tersebut merupakan yang ketiga di Pemprov Jateng. Sebelumnya, sudah ada fasilitas serupa di Kabupaten Banyumas dan Kebumen.
"Daerah lain juga siap-siap, seperti Kendal, Wonogiri, Pati, dan lainnya. Semoga dengan Mall Pelayanan Publik ini, pelayanan masyarakat semakin optimal," ucapnya.
Mall Pelayanan Publik adalah inovasi untuk memudahkan pelayanan. Masyarakat tak perlu kesulitan lagi untuk mendapatkan berbagai layanan. Mereka cukup datang ke Mall Pelayanan Publik.
Semua bisa dilayani dalam satu pintu sehingga lebih mudah dan efisien. Mall Pelayanan Publik ini juga untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik percaloan.
"Selama ini rakyat stres harus ke sana ke mari, demi mengurus izin misalnya. Belum lagi kalau ketemu calo," tegas Ganjar.
Untuk itu, Ganjar memintasemua daerah untuk memiliki inisiatif. Mereka bisa meniru Batang, Banyumas, dan Kebumen. Targetnya semua daerah di Jateng sudah bisa memiliki Mall Pelayanan Publik, tahun depan.
"Ini mudah dan bukan hal yang sulit. Nanti akan kami buatkan surat edaran kepada seluruh bupati/wali kota agar menyiapkan ini. Saya minta disiapkan tahun depan, karena perencanaan pembangunan harus dimulai tahun depan," pungkasnya.
Sementara itu, Menpan-RB Tjahjo Kumolo mengapresiasi Pemprov Jateng yang serius dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat melalui Mall Pelayanan Publik. Tjahjo berharap, seluruh kabupaten/kota di Jateng juga dapat segera memiliki Mall Pelayanan Publik.
"Saya harap maksimal dalam waktu dua tahun ke depan, semua daerah di Jateng memiliki fasilitas ini. Sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat," papar Tjahjo.
Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Batang didirikan atas kerja sama berbagai instansi. Mall tersebut melayani 329 urusan pelayanan publik. Mulai dari perizinan, pembuatan paspor, BPJS, pelayanan Kantor Pos, dan lainnya. Bahkan, cukup di tempat itu masyarakat dapat melakukan perpanjangan SIM dengan mekanisme drive thru. (bay/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra