Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo menyatakan operasi pencarian resmi ditutup. Kendati demikian, BPBD, relawan, dan tim SAR masih melakukan pantauan. Terutama di sepanjang aliran Sungai Pepe.
“Operasi pencarian selama lima hari ini tak ada yang sia-sia. Semua bermanfaat dan tetap tangguh,” ucap pria yang akrab disapa Yoyok ini kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (17/2).
Yoyok menambahkan, selama operasi pencarian, tak hanya penyelaman dan menyusuri aliran Sungai Pepe. Namun juga pantauan dari bibir sungai. Serta memasang jaring di sejumlah titik jembatan di atas Sungai Pepe.
“Harapan kami korban hanyut tersangkut jaring tersebut. Namun belum ketemu. Selama operasi pencarian, kendala yang dihadapi ketika arus sungai deras. Kami hanya memantau dari atas saja,” imbuhnya.
Sebelumnya, Tri Joko dilaporkan hilang Selasa sore. Setelah paginya pamit pergi ke sawah di wilayah Dusun Pangulrejo, Desa Dlingo. Beralasan menunggui buruh tani yang sedang panen padi. Sorenya sekitar pukul 16.50, korban pamit pulang.
Diduga, saat menyeberang Sungai Pepe lewat Bendungan Dlingo, korban terjebak arus sungai yang deras. Lalu hanyut ke sungai. Sayangnya, tidak ada saksi menyebut apakah korban nekat menyeberangi sungai atau mencari jalan lain. (wid/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra