Ya, jiwa muda The Sunan Hotel Solo di tangan direktur muda mampu memunculkan sederet inovasi dan inisiasi berbagai program bergaya milenial dan kekinian. Namun tetap mempertahankan kearifan lokal dan karakter bangsa. Di bawah kepemimpinan Noor Sona Maesana Mushonnif selaku direktur PT Grahamulya Wirastama, owning company The Sunan Hotel Solo, banyak lompatan yang telah dilakukan.
Di antaranya The Sunan Hotel Solo –sebagai brand lokal yang diperhitungkan, pernah membuat program kerja sama dengan Lokananta berupa paket menginap berikut wisata sejarah ke studio rekaman Lokananta. Untuk diketahui, Lokananta merupakan pabrik piringan hitam sekaligus perusahaan rekaman tertua milik pemerintah Indonesia yang didirikan pada 1956. Inisiasi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menjadikan Lokananta sebagai destinasi wisata.
Kemudian bentuk pemberdayaan ekonomi terhadap UKM dan kuliner lokal diwujudkan melalui kegiatan rutin tahunan “Festival Jajanan Tradisional”. Kegiatan itu kini telah memasuki tahun keenam penyelenggaraannya di The Sunan Hotel Solo. Tak ketinggalan, wujud kepedulian sosial dengan menggelar aksi donor darah secara rutin. Termasuk kunjungan dan bantuan kepada anak yatim.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengakomodasi pelaku UKM kuliner tradisional di eks Karesidenan Surakarta agar punya nilai ekonomis dan bisnis berkesinambungan. Di samping membangun kemitraan dengan para pedagang, agar jajanan tradisional Solo makin dikenal di beragam kalangan,” papar penyandang gelar master of science dalam Bisnis Internasional dari Universitas Coventry, Inggris pada 2014.
Bagi Sona –sapaan Noor Sona Maesana Mushonnif, lokalitas bisa menjadi suatu warna atau nilai tersendiri, ketika dikelola dengan baik. Perwujudan dari gagasan itu dituangkan melalui penguatan karakter budaya bangsa berupa program “Sunan Berkebaya”. Di mana setiap Kamis, seluruh pimpinan dan staf perempuan mengenakan kebaya.
Tak hanya itu, apresiasi terhadap kalangan muda turut disasar The Sunan Hotel melalui program konser untuk milenial. Deretan artis dan penyanyi yang jadi representasi generasi milenial telah dihadirkan dalam konsep konser tunggal. Seperti Fourtwnty, Payung Teduh, Efek Rumah Kaca hingga Konser Ambyar-Didi Kempot, serta masih banyak lagi.
“Berbagai kegiatan yang menyasar segmen anak muda juga terus kami ciptakan. Seperti event entertainment, live concert, fashion show dan talkshow yang memuat konten-konten tentang anak muda,” jelas pria kelahiran Jakarta, 1 December 1989 yang kini menjabat ketua HIPMI Jakarta Selatan itu. (edy/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra