Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Geliatkan Industri Otomotif, Ketua MPR Ingatkan 3 Tantangan Ini

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 18 Maret 2021 | 22:57 WIB
Industri otomotif Tanah Air menghadapi sejumlah tantangan di tengah pendemi ini. (ANTARA)
Industri otomotif Tanah Air menghadapi sejumlah tantangan di tengah pendemi ini. (ANTARA)

RADARSOLO.COM - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, setidaknya ada tiga tantangan yang harus dihadapi dalam upaya menggeliatkan kembali industri otomotif nasional.

"Meskipun berbagai upaya untuk menggeliatkan kembali industri otomotif di Tanah Air sudah dilakukan, namun masih ada beberapa tantangan yang tidak boleh kita abaikan,” tutur ketua MPR dalam pembukaan pameran IIMS Virtual 2021 fase kedua yang digelar daring, Kamis (18/3).

Tantangan pertama yakni percepatan pemulihan perekonomian nasional. Hal ini akan sangat tergantung dari seberapa optimal penanggulangan pandemi berhasil menekan angka persebaran Covid-19.

Salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 adalah melalui program vaksinasi. Namun, kata dia, implementasi program vaksinasi belum berjalan optimal. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga 14 Maret 2021, tercatat baru 1,46 juta orang yang telah menerima vaksinasi tahap kedua. Serta sekitar 4 juta orang yang menerima vaksinasi tahap pertama.Angka tersebut, kata pria yang akrab disapa Bamsoet itu, masih jauh dari target akhir. Yakni sebanyak 181,5 juta orang. Jumlah itulah yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity."Implementasi program vaksinasi yang masih belum optimal ini tentu sangat berpengaruh pada kecepatan pemulihan perekonomian nasional kita," kata Bamsoet.Tantangan kedua yakni perkembangan industri komponen domestik yang belum optimal. Hal tersebut menyebabkan masih adanya ketergantungan pada beberapa komponen impor."Dengan masih adanya kebijakan pembatasan aktivitas ekspor impor yang diterapkan beberapa negara di masa pandemi ini, tentu akan mempengaruhi ketersediaan stok pasokan komponen tersebut di Tanah Air," papar dia.Untuk menyikapi hal itu, Bamsoet mengatakan, perlu diupayakan berbagai langkah strategis. Antara lain dengan mendorong investasi pembangunan industri komponen otomotif di dalam negeri, menyusun kebijakan yang berorientasi pada penggunaan produk dalam negeri. Serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pembuatan komponen otomotif.“Tantangan ketiga, meski penetrasi ekspor industri otomotif Indonesia cukup potensial, di mana Indonesia berhasil mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200 ribu unit per tahun, namun tidak ada yang dapat menjamin kondisi ini dapat bertahan seterusnya. Karena perbedaan harga industri otomotif antarnegara relatif rendah. Maka, aspek kualitas akan lebih menentukan sebagai faktor daya saing," tandas Bamsoet. (Antara)


(rs/ria/per/JPR) Editor : Perdana Bayu Saputra
#loker #programvaksinasi #geliatotomotif #otomotif #lapanganpekerjaan #Industriotomotif #vaksincovid-19 #penanganancovid-19