Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ini Pesan Ganjar untuk Ortu Mahasiswa Kesehatan: Izinkan Bantu Negara

Syahaamah Fikria • Jumat, 25 Juni 2021 | 22:37 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
SEMARANG - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini tak hanya berpengaruh pada keterisian bed rumah sakit yang penuh di mana-mana. Namun juga kurangnya kebutuhan tenaga kesehatan (nakes). Atas hal ini, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) mengirim pesan khusus bagi orang tua yang memiliki anak yang tengah kuliah di fakultas kesehatan atau keperawatan.

Ganjar meminta kepada orang tua agar mengizinkan anak mereka membantu negara dalam penanganan pandemi. Sebab, tenaga mereka sangat dibutuhkan saat ini.

"Kita memang terkendala terkait tenaga kesehatan. Kami sudah koordinasi dengan IDI, PPNI, Persi dan lainnya untuk membantu. Sekarang sudah ada tambahan, tapi rasa-rasanya tetap kurang. Maka kami akan bekerja sama dengan perguruan tinggi," kata Ganjar, Jumat (25/6).

Mahasiswa-mahasiswa kedokteran atau keperawatan yang sudah masuk semester akhir akan digandeng untuk membantu penanganan pandemi. Namun, hal itu tidak mudah. Sebab, Ganjar mendapat informasi yang jika banyak orang tua mahasiswa yang menolak anaknya terjun membantu penanganan Covid-19.

"Izin kepada bapak ibu yang anaknya sekolah kedokteran atau sekolah perawat, izinkan anaknya untuk bisa membantu. Sudah ada laporan, anaknya mau tapi orang tuanya tidak mengizinkan. Saya mohon, karena saat ini negara sedang memanggil, kemanusiaan memanggil. Kita butuh anak-anak panjenengan yang ahli," papar Ganjar.

Ganjar memahami, kekhawatiran orang tua yang anaknya diminta membantu penanganan pandemi ada benarnya. Dia juga tahu, bahwa ada risiko di balik tugas mereka membantu penanganan Covid-19.

Untuk itu, gubernur pun kembali menegaskan terkait standar operasional prosedur (SOP) seluruh layanan kesehatan agar dijaga ketat. Kepastian SOP ini akan memberikan keamanan bagi para nakes dan tenaga pendukung, termasuk mahasiswa yang membantu penanganan.

"Karena kalau ada bantuan tenaga kesehatan yang masuk dan SOP tidak ketat, maka ini pasti membuat khawatir. Maka kami akan lakukan checking ke semua layanan kesehatan termasuk mengirimkan tim. Agar mereka-mereka yang kita perbantukan dengan keahlian masing-masing, terjamin keamanannya," tegasnya.

Untuk memenuhi kebubutuhan nakes di Jateng, diakui Ganjar, pihaknya sudah berupaya memperbantukan nakes dari daerah lain. Namun karena mereka sudah bekerja, sehingga telah memiliki beban dan tanggung jawab di instansinya masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo membenarkan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi. Banyak mahasiwa yang sudah mau untuk diperbantukan, tapi terkendala izin orang tua.

"Mungkin orang tuanya khawatir, nanti kami akan lakukan pendekatan secara persuasif, dengan menggandeng organisasi profesi," jelasnya.

Selain dari Jawa Tengah, dinkes juga akan berkoordinasi dengan sejumlah perguruan tinggi di luar Jawa yang bisa mengirimkan mahasiswa kesehatan untuk membantu. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#mahasiswa kesehatan #lonjakan kasus covid jateng #kenutuhan nakes #ganjar pranowo