Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Masruri menjabarkan, ada tujuh jabatan eselon II yang masih kosong. Yakni kepala dinas kesehatan (dinkes), kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (dispermasdes), inspektur inspektorat, kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), kepala badan kesbangpol, staf ahli bupati, dan direktur RSUD Pandan Arang.
Khusus jabatan kepala badan kesbangpol, OPD ini awalnya hanya kantor. Sekarang sudah berubah menjadi badan. Sehingga jabatannya harus eselon II. Pengisian jabatan tinggi pratama (JTP) ini harus melalui proses seleksi.
“Kami akan membentuk pansel untuk menguji kualitas calon pejabat yang akan mengisi posisi strategis itu. Selain itu untuk menentukan pejabat mana yang paling layak memimpin jabatan yang dilelang,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (5/9).
Kekosongan jabatan eselon II per 16 Agustus. Tercatat sepuluh pejabat eselon II dimutasi. “Promosi dan mutasi ini untuk penyegaran. Sesuai perundangan, pejabat harus berinovasi. Jika sudah lama di satu tempat, semakin berkurang inovasinya,” bebernya. (rgl/fer/dam) Editor : Damianus Bram