Seperti dilansir dari Radar Jogja, dari 42 penumpang, 13 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Saksi mata kecelakaan, Muhammad Elko Pasa menyebut, bus melaju dengan kecepatan kencang dari arah atas atau Mangunan. Namun, kondisinya dirasa Elko beda, bus saat menuruni jalanan Imogiri-Dlingo seperti kehilangan angin.
“Tak awe-awe kon rindik wes (saya beri aba-aba agar pelan) nggak memperhatikan,” bebernya pada wartawan diwawancarai di TKP, Minggu (6/2).
Saat ini korban dibawa ke sejumlah rumah sakit di Bantul. Di antaranya di RS PKU Bantul, RSPS, dan RS Nur Hidayah. (fat/ila) Editor : Damianus Bram