Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Vaksin Merah Putih Bakal Jadi Vaksin Primer untuk Anak dan Donasi Internasional

Syahaamah Fikria • Jumat, 11 Februari 2022 | 00:28 WIB
Menko PMK Muhajid Effendy didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Rektor Unair M. Nasih saat seremoni uji klinis vaksin Merah Putih di RSUD dr Soetomo, Kamis (9/2). (JawaPos.com)
Menko PMK Muhajid Effendy didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Rektor Unair M. Nasih saat seremoni uji klinis vaksin Merah Putih di RSUD dr Soetomo, Kamis (9/2). (JawaPos.com)
RADARSOLO.ID - Vaksin Merah Putih akan menjadi sejarah bagi Indonesia. Vaksin buatan Universitas Airlangga (Unair) dan PT Bioti diproyeksikan sebagai booster dan vaksin primer anak usia 3–6 tahun.

Selain itu, vaksin yang kini masuk uji klinis fase I itu bakal digunakan Presiden Joko Widodo sebagai donasi vaksin internasional.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri seremoni uji klinis fase I vaksin Merah Putih platform Unair di RSUD dr Soetomo secara virtual, Rabu (9/2). Hadir pula Menko PMK Prof Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, dan Rektor Unair Prof Mohammad Nasih.

Budi menyampaikan, vaksinasi primer diperkirakan tuntas pada akhir Maret karena program percepatan vaksinasi. Sementara, vaksinasi booster juga mendapatkan respons positif dari masyarakat sehingga diprediksi tuntas pada Juli atau Agustus.

”Khususnya, capaian vaksinasi primer anak usia di atas 6 tahun yang begitu cepat. Di antara target 24 juta anak, sekarang sudah tercapai 17 juta anak,” jelas dia.

Karena itu, vaksin Merah Putih platform Unair diproyeksikan sebagai booster dan vaksin primer anak usia 3–6 tahun. Sebab, saat ini vaksin yang ada hanya bisa digunakan untuk anak usia 6 tahun ke atas.

”Sementara, vaksin Merah Putih ini potensial digunakan untuk vaksin booster dan anak. Kalau bisa, untuk anak usia 3 tahun ke atas yang belum dijangkau sama sekali,” terangnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo bakal membawa vaksin Merah Putih ke ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung akhir Februari di Bali. Vaksin Merah Putih akan digunakan sebagai vaksin donasi internasional.

Salah satu negara yang akan disumbang adalah Afrika. Cakupan vaksinasi di sana masih rendah. Sebab, banyak donasi vaksin dalam bentuk Moderna dan Pfizer yang membutuhkan logistik rantai dingin, minus 25–30 derajat Celsius.

”Itu sangat sulit di Afrika,” ujar Budi.

Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyatakan, vaksin Merah Putih Unair merupakan vaksin halal pertama. Sertifikat halal tersebut sudah diperoleh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 7 Februari.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap mendukung percepatan pelaksanaan uji klinis vaksin Merah Putih fase I, II, dan III.

”Koordinasi dengan internal harus kita lakukan. Berbagai jurnal penelitian skala internasional harus dipercepat sehingga vaksin Merah Putih segera mendapatkan registrasi WHO,” papar Khofifah. (JPG/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#uji klinis vaksin merah putih #vaksin donasi #vaksin anak #booster #vaksin merah putih