Aspirasi tersebut datang dari petani di daerah Kandis, Kampung Libo Jaya, Siak, Provinsi Riau. Saat Airlangga melakukan kunjungan kerja di sana, sejumlah petani menyampaikan ingin ada keberlanjutan pemerintahan Presiden Jokowi.
Misalnya seperti yang disampaikan seorang petani sawit, Sihombing. Dia menyatakan harapannya agar masa jabatan Jokowi bisa diperpanjang memimpin Indonesia.
“Harapan saya dan petani sawit lain, masa jabatan Pak Presiden Jokowi bisa diperpanjang. Sejak beliau jadi presiden harga sawit sangat bagus. Tapi, kalau bisa harga pupuk dikurangi. Selain itu, pembangunan jalan di daerah sini supaya cepat diperbaiki,” kata Sihombing, Kamis (24/2).
Sihombing menambahkan, kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) dari Presiden Jokowi juga sangat membantu masyarakat.
Tolen, petani sawit lain mengaku, pemerintahan periode kedua Jokowi sangat berat dilalui karena Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Tetapi, dia menilai ada komitmen dari pemerintahan yang dipimpin Jokowi untuk membantu rakyat agar tidak terpuruk akibat pandemi.
Salah satunya kebijakan KUR yang jumlahnya dinaikkan dari Rp 283 triliun pada 2021, menjadi Rp 373 triliun. "Kami melihat itu dibutuhkan komitmen yang luar biasa,” kata dia.
Petani sawit lainnya, Edy juga menyatakan jika program saat ini tidak dilakukan pemerintah di bawah Presiden Jokowi, kondisi Indonesia pasti akan terpuruk.
Menurutnya, jika pemerintahan ini diteruskan semua program dapat diselesaikan dengan baik. Edy khawatir, bergantinya pemerintahan membuat kebijakan juga akan berganti.
“Para petani meminta ingin lebih ada kesinambungan. Kalau bukan periode lain, kami berharap bisa ditambah masa pemerintahan Jokowi sampai 2027 atau 2028 supaya petani bisa merasakan kontinuitas pembangunan,” papar Edy.
Menerima aspirasi soal perpanjangan masa jabatan presiden, Menko Airlangga berjanji akan menyampaikannya kepada Presiden Jokowi langsung. Namun, dia menegaskan, kapasitasnya tidak bisa menjawab aspirasi dari petani sawit soal perpanjangan masa jabatan presiden tersebut.
“Aspirasinya kami tangkap tentang keinginan adanya kebijakan berkelanjutan dan juga ada aspirasi kebijakan yang sama bisa terus berjalan. Tentu permintaan ini, yang menjawab bukan menko, karena menko tadi menjawab urusan sawit," ujar Airlangga.
Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga meminta kader partai berlambang pohon beringin menyampaikan aspirasi petani sawit ini di legislatif, terutama DPR RI.
“Karena kita punya topi dari parpol, dan hadir di sini juga anggota DPR RI. Oleh karena itu, aspirasi masyarakat dari Kabupaten Siak, terutama para pekebun dan petani kami serap. Karena kami ketua umum parpol memang tugasnya menyerap aspirasi rakyat,” tutur Airlangga.
Selain itu, terkait adanya aspirasi untuk permintaan berkelanjutan program dan permintaan perpanjangan pemerintahan, Airlangga berjanji akan dibicarakan dengan partai politik yang lain.
"Kami akan bicarakan aspirasi ini dengan pemimpin partai politik lain. Bagi kami, bagi partai Golkar aspirasi rakyat adalah aspirasi partai. Oleh karena itu, kami akan terus menerima aspirasi rakyat dan tentu akan disalurkan,” tegas Airlangga. (*/ria) Editor : Syahaamah Fikria