Peresmian Borobudur sebagai destinasi wisata ramah lingkungan dilakukan oleh Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan di kompleks Candi Borobudur, Sabtu (4/6). Hadir pula dalam acara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Magelang Zaenal Arifin dan sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi terkait.
"Saya sudah lihat perkembangan penataan kawasan ini, progresnya luar biasa. Saya kira Pak Gubernur Ganjar dan pak bupati Magelang sudah memberikan kontribusi yang sangat baik dalam pembangunan dan penataan kembali Borobudur," kata Luhut.
Dalam kesempatan itu, Luhut dan Ganjar serta rombongan juga menjajal bus listrik buatan INKA. Rombongan berkeliling, mengecek sejumlah pembangunan di kawasan Borobudur, seperti tempat pengolahan sampah, gerbang masuk kawasan Candi Borobudur, concourse Borobudur serta pembangunan lainnya.
Nantinya bus listrik itu akan jadi moda transportasi bagi wisatawan di kawasan Borobudur hingga Candi Prambanan. Pemerintah juga menggandeng pengemudi ojek online (ojol) di sekitar kawasan Borobudur. Bahkan, motor yang digunakan para ojol itu juga motor listrik. Untuk hal ini, tempat pengisian daya listrik di kawasan Borobudur dan Prambanan juga telah dibangun dan diresmikan.
Luhut mengatakan, kawasan Borobudur diharapkan betul-betul menjadi kawasan wisata yang green dan ramah lingkungan. Semua kendaraan yang beroperasi di kawasan ituadalah kendaraan listrik, baik sepeda motor, bus dan lain adalah kendaraan listrik.
"Kita harap ke depan banyak yang menggunakan electric vehicle. Dan di Borobudur ini, khusus tahun depan kita harapkan sudah tidak ada lagi kendaraan fosil, karena semua harus pakai green energy," kata dia.
Sebagai wujud komitmen wisata ramah lingkungan, Luhut juga meminta pembangunan sarana prasarana pendukung. Diantaranya pengolahan sampah, penataan pasar dan lain sebagainya. Bahkan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 16,8 triliun guna mendukung program tersebut.
Sementara itu, Gubernur Ganjar mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh program pemerintah pusat itu. Persiapan sarana prasarana akan terus ditingkatkan.
"Ada sejumlah PR untuk kita. Misalnya penyelesaian sampah, membereskan soal tanah, teknologi RDF yang lebih baik dan lainnya. Kami akan fokus mendukung penyelesaian itu, tentunya dengan kerja sama pihak lain," terang Ganjar.
Terkait transportasi masal ramah lingkungan, Ganjar mengatakan harus terus disosalisasikan. Pihaknya menargetkan, tahun depan kendaraan yang masuk kawasan Borobudur semua sudah dengan kendaraan listrik.
"Tadi PT INKA sudah memberikan contoh bagus, ada bus listrik. Dari ojek online juga sudah berikan contoh mengantar wisatawan pakai motor listrik," terangnya.
Selain itu, Ganjar juga akan mendukung penuh pemerintah pusat yang menetapkan Borobudur sebagai destinasi wisata superprioritas. Ganjar pun berjanji akan segetamembuat sejumlah event yang bisa menarik wisatawan.
"Tugas saya terakhir bersama pak bupati, teman-teman TWC dan pemangku kepentingan lain di Borobudur adalah meng-create event. Maka kami siapkan umpama besok ada Borobudur Marathon dan lainnya," jelasnya.
Ganjar pun memberi bocoran jika gelaran Borobudur Marathon tahun ini lanjut bakal lebih seru dan msriah jumlah peserta lebih banyak lantaran pandemi sudah melandai.
Ganjar memyatakan, event-event besar ini bisa dimanfaatkan untuk membawa isu green energy atau ramah lingkungan. "Mudah-mudahan ini bisa jadi kampanye untuk orientasi kita yang ramah lingkungan," tegas Ganjar. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria