Bukan tanpa alasan Gibran meminta Laksar Sambernyawa (julukan Persis Solo) mengungsi sementara waktu. Karena di waktu hampir bersamaan, Kota Solo jadi host ASEAN Para Games (APG) XI 2022. Nah, kebetulan Stadion Manahan jadi venue cabang olahraga atletik, yang dimulai 27 Juli. Alias selang dua hari setelah Persis menjamu Dewa United.
“Nanti pertandingan Liga 1 di Stadion Manahan Solo ditunda sebentar saja. APG kan cuma dua minggu saja,” ungkap Gibran yang juga Ketua Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (Inaspoc) tersebut, Rabu (6/7).
Gibran menambahkan, gelaran APG yang dimulai 30 Juli hingga 6 Agustus ini tidak bisa diganggu gugat. Dampaknya, seluruh venue pertandingan yang jumlahnya mencapai belasan, harus steril dari agenda apapun.
“Nanti ada sterilisasi seminggu sebelum APG. (Stadion Manahan) kami pakai untuk atletik dulu. Persis Mengalah dulu. Bisa cari stadion lain. Kalau mungkin bisa, ya nanti dilihat dulu,” imbuh Gibran.
Pernyataan putra sulung Presiden Joko Widodo ini bak pukulan telak bagi kubu Persis. Sebab manajemen harus mencari stadion alternatif. Selain itu, seluruh penggawa bond kebanggan wong Solo terlanjur nyetel dengan Stadion Manahan. Jika harus tampil di stadion lain, dikhawatirkan bisa mengganggu performa pasukan Jacksen F. Tiago.
Terkait stadion pengganti, manajemen bisa memilih meminjam ke sejumlah klub tetangga. Mulai dari Stadion Moch Soebroto Magelang, Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Kebo Giro Boyolali, atau Stadion Wilis Madiun.
Saat dikonfirmasi terkait stadion alternatif, manajemen Persis belum bisa memberi kepastian. “Kami menunggu dulu,” hemat Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona.
Sementara itu, periode musafir Persis mungkin hanya berjalan singkat. Karena di matchday kedua dan ketiga, Eky Taufik dkk harus tampil di kandang lawan. Tepatnya saat dijamu Persija Jakarta, Minggu (31/7). Disusul tandang ke markas Persikabo 1973, Minggu (7/8). (nik/fer) Editor : Damianus Bram