Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Intervensi Pemprov Jateng Stabilkan Harga Pangan:Subsidi Distribusi hingga OP

Syahaamah Fikria • Kamis, 21 Juli 2022 | 19:10 WIB
Pemprov Jateng melakukan fasilitasi distribusi sejumlah komoditas pangan strategis untuk menstabilkan harga.
Pemprov Jateng melakukan fasilitasi distribusi sejumlah komoditas pangan strategis untuk menstabilkan harga.
SEMARANG - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna menstabilkan harga pangan pokok strategis. Di samping operasi pasar (OP), pemprov juga melakukan fasilitasi distribusi untuk memotong rantai pasokan di pasaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng Dyah Lukisari mengatakan, fasilitasi distribusi tak hanya dilakukan untuk komoditas cabai dan bawang yang belakangan harganya naik drastis. Melainkan juga untuk komoditas pokok strategis lain, seperti beras, telur, gula, minyak, sayur dan jagung serta daging sapi. Total fasilitasi distribusi yang telah dilakukan mencapai 1.308.596 kilogram.

"Fasilitasi distribusi yang kami lakukan adalah dengan menyubsidi terkait proses transportasi, bongkar muat dan packing," ujar Dyah, Kamis (21/7).

Selanjutnya, delapan komoditas pangan strategis itu disalurkan ke beberapa daerah yang mengalami kenaikan harga tinggi. Seperti di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Temanggung, dan peternak ayam di Kendal.

Dikatakan Dyah, dengan mekanisme fasilitasi distribusi melalui subsidi tersebut, petani tidak dirugikan. Karena pembelian hasil panen dari petani tetap sesuai dengan harga yang berlaku di pasaran. Di satu sisi, konsumen juga tidak dicekik harga terlalu mahal, sebab biaya distribusi telah terpangkas.

Dishanpan Jateng akan melakukan kerja sama dengan PD Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) selaku BUMD, guna menyalurkan produk pangan strategis ke konsumen melalui fasilitasi distribusi. Dengan hadirnya CMJT diharapkan bisa memotong rantai distribusi.

"Ini akan terus kami lakukan. Sumber anggaran kami selain dari APBD juga dari pusat dalam hal ini Badan Pangan Nasional (Bapanas). Karena kadang kita mengambil harga pangan pokok strategis dari luar provinsi," papar Dyah.

Selain fasilitasi distribusi, upaya intervensi harga juga telah dilakukan dengan menggelar operasi pasar (OP). Terakhir operasi pasar bekerja sama dengan Bank Jateng dan PD CMJT. Digelar di lima daerah yang menjadi pantauan barometer inflasi. Yakni Kota Semarang, Cilacap, Banyumas, Kota Tegal dan Kota Solo.

Total ada 85.000 kilogram komoditas berupa cabai, bawang merah dan jagung yang dintervensi Pemprov Jateng.

"Operasi pasar dilakukan untuk stabilisasi pasokan supaya harga bisa turun, karena sekarang harganya sudah melebihi acuan pemerintah," imbuhnya.

Dengan mekanisme itu, pemerintah bisa mempengaruhi psikologis pasar agar tidak ada tengkulak yang mempermainkan harga.

Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dishanpan Jateng Sri Broto Rini mengatakan, kenaikan beberapa pangan pokok strategis disebabkan anomali cuaca. Hal ini mengakibatkan produksi sentra penghasil pangan pokok tidak maksimal.

"Selain itu, Jateng sebagai penyangga pangan nasional juga menyuplai kebutuhan di daerah lain. Sebenarnya produksi kita surplus, namun sekitar 50 persen beredar ke daerah lain, seperti Jakarta, Padang, Riau dan Lampung," ujarnya.

Berdasarkan data Dishanpan Jateng, ketersediaan pangan pokok strategis di Jateng memang berlimpah. Seperti beras yang ketersediaannya mencapai 6.395.305 ton, sementara kebutuhannya 4.556.070 ton. Kemudian bawang merah tersedia 282.116 ton, sedangkan kebutuhannya 178.962 ton. Begitu pula ketersediaan cabai besar yang mencapai 185.343 ton dan cabai rawit 207.120 ton.

Dishanpan pun mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan panic buying. Sebab, Rini memastikan hingga saat ini stok bahan pokok masih aman. Bahkan, akhir bulan ini sudah akan memasuki masa panen.

"Akhir Juli hingga Agustus akan masuki panen bawang merah, harga akan mulai turun. Begitu pula cabai yang produksinya sudah merangkak naik terus memenuhi kebutuhan di pasar," tandas Rini. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#fasilitasi distribusi #operasi pasar #subsidi pangan #pemprov jateng #komoditas pangan pokok #inflasi