Naik panggung pukul 20.00 WIB, single yang digarap tahun 2021 itu membuka konser tunggal berdurasi dua jam non stop itu. Album yang digarap ditengah pandemi itu benar-benar mendominasi karena, banyak lagu dari album ini yang dibawakan dalam tur dunia itu. Tak heran kalau konser bertajuk Top of The World Tour itu juga sebagai sarana promosi album baru itu yang digarap ditengah suasana pandemi itu.
"Solo.... Kami bahagia sekali hari ini bisa bertemu fans di Indonesia. Apakah kalian bersama kami? Selanjutnya dari Album A View from the Top of the World, Awaken the Master," sapa sang vokalis dijeda lagu berjudul 6.00 itu.
Head voice khas ala Kevin James LaBrie itu makin membakar semangat ribuan DREAMER, lebih-lebih saat single lawas berjudul Endelles Sacrifice yang dirilis tahun 2023 dibawakan. Perpaduan vokal tenor yang tebal diawal lagu dan head voice tajam dari sang vokalis berpadu dengan tone gitar melengking dengan gaya permainan master shreding super cepat dari John Petrucci itu menggiring penonton untuk berjingkak di depan panggung seluas 30x18 meter persegi itu.
Rampung membawakan lagu sebelas menitan itu, teknik vocal inhale yang dilakukan dengan cara menarik nafas dari luar ke dalam ala James Labrie itu kemudian disambut setelan distorsi, flanger, dan ambiece dari Petrucci dan dilanjutkan permaninan enerjik dari Mangini itu membawa ribuan kuping pendengan diajak masuk lebih dalam melalui lagu Bridges In The Sky yang dirilis pada 2011 itu. Lagu sebelas menitan itu ditutup dengan sapaan kedua dari sang vokalis.
"Solo... Bagaimana tadi? Masih bersama kita kan? Rasanya luar biasa bisa kembali bersama-sama setelah pandemi Covid-19, sudah 10 tahun lalu sejak kami dari sini. Malam belum selesai, ayo lanjutkan malam ini. Dari album terkini, Invisible Monster," teriak James dengan menggunakan Bahasa Inggris itu.
Lagu demi lagu seakan ditembakkan dengan sangat cepat. Ribuan DREAMER pun larut dalam penampilan memukau band progressive metal asal Amerika itu. Sejumlah lagu seperti About to Crash dari album Six Degrees of Inner Turbulance yang dirilis pada 2002 dan The Ministry of Lost Souls dari album Systematic Chaos tahun 2007 yang dibawakan lebih dari 20 menit itu terasa begitu cepat hingga akhirnya masuk ke dua lagu terakhir.
James LaBrie dan kawan-kawan pun tampak makin bersemangat. Mereka yang semula dijadwalkan jeda setengah jam itu pun langsung bablas melahap dua lagu terakhir yang masing-masingnya berdurasi 20 menitan itu. A View From the Top of the World dari album terbaru itu dan The Count of Tuscany yang datang dari album Black Clouds and Silver Linings itu menutup band yang dijadwalkan melanjutkan tur dunia ke Jepang, Brazil, Argentina, dan Chili hingga akhir tahun 2022 ini.
"Puas sekali, jarang-jarang band sekelas ini bisa mampir ke Solo. Cocok dengan harga tiketnya lah," kata Ardi Santosa, guru musik yang sengaja datang ke Solo untuk menyaksikan band favoritnya sejak masa sekolah itu.
Rasa puas dan bangga yang luar biasa juga dirasakan penonton lainnya. Penonton pun mengacungi jempol kala Dream Theater terus melanjutkan konser berdurasi dua jam itu. Hal itulah yang diapresiasi besar oleh deretan DREAMER yang hadir kala itu. Bahkan mereka pun betah berlama-lama di area konser sekalipun James LaBrie, John Petrucci, John Myung, Jordan Rudess, Mike Mangini itu telah turun dari panggung dengan setingan lighting super megah itu.
"Konser tunggal, durasi dua jam penuh tanpa jeda, komentarnya Full Senyum Mas," ucap Felicia dan rombongan kawannya yang datang dari Surabaya itu.
Padatnya lokasi konser itupun dirasakan langsung oleh Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming. Putra Presiden Joko Widodo yang datang dengan pakaian santainya dengan warna dominan hitan dan celana denim warna gelap selutut itu harus berada jauh dari panggung karena datang belakangan. Meski demikian ia mengaku puas dengan kesuksesan konser tersebut sekalipun dirinya kurang bisa menikmati karena datang terlambat dan hanya bisa mendengar dari kejauhan. "Bisa sampai depan panggung tidak? Raisoh, rame og. Bagus, sukses, kulinernya juga laris semua. Setelah Dream Theater ada konser apa lagi? Ya nanti ada lagi, mendadak ae, ra usah dibocorke. Konsernya bagimana? Bagus, padahal yo durung ngrungokne, wong lagi wae teko," kata Gibran guyon. (ves/dam) Editor : Damianus Bram